MALANGTIMES - Badan Kesatuan Bangsa Dan Politik (Bakesbangpol) Kota Malang, sebagai pembina Bela Negara Kota Malang, secara resmi sudah merumuskan 'trisula' untuk Bela Negara supaya kokoh dalam mempertahankan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Menurut Kepala Badan Kesatuan Bangsa Dan Politik (Bakesbangpol) Kota Malang, Bambang Suhariadi, ada tiga unsur penting dalm mempertahankan kedaulatan NKRI, yakni pertama, Bela Negara melalui wawasan kebangsaan. Kedua, Bela negara melalui kesejahteraan ekonomi. Ketiga, Bela negara melalui kegiatan sosial.

Bangsa Indonesia jelas Bambang, adalah sebuah bangsa yang besar yang mempunyai latar belakang sejarah yang panjang. Hal ini antara lain di buktikan dari adanya kerajaan – kerajaan di wilayah nusantara yang menjadi penguasa Asia tenggara di masa lalu, sebelum terbentuknya Republik Indonesia.

"Kita mengenal misalnya kerajaan besar Sriwijaya pada abad ke-7 dan majapahit pada abad ke-14," katanya.

Namun ironisnya, kedua kerajaan itu runtuh bukan di sebabkan oleh invasi dan serbuan musuh dari luar, tetapi akibat konflik dalam negeri dan hasutan pihak luar dengan memanfaatkan kearifan lokal sehingga terjadi perpecahan dari dalam, dan pihak luar seolah-olah datang sebagai pahlawan yang seakan-akan membawa perdamaian, yang mana dalam bahasa modern lebih di kenal sebagai Proxi War.

Dalam perang memperjuangkan kemerdekaan Indonesia jelas Bambang, rakyat Indoensia telah mengenal dan merasakan bagaimana getirnya ketika Jepang menjajah Indonesia, dengan memeras keringat dan mempekerjakan warga Indonesia untuk mengambil sumberdaya baik dalam hal tambang maupun pangan.

Penjarah katanya, sengaja tanpa meninggalkan sedikitpun keuntungan untuk negeri Indonesia dan rakyatnya. Hal itu dikenal dengan istilah Romusa. Di era moderen ini, Indoensia dihadapkan pada Romusa jilid 2.

Hal itu tidak terasa. Karena banyak rakyat Indonesia telah di lenakan dengan berbagai kenyamanan teknologi sehingga tertipu seolah-olah sudah maju.

"Padahal, kita dalam cengkraman candu moderenisai dunia barat sehingga kita takluk dan tunduk atas apa yang mereka perlakukan kepada Negara Indonesia," katanya.

Menurut Bambang, seperti halnya yang terjadi pada saat ini, bagaimana negara asing membuat pabrik kemasan air mineral yang mana air-nya berasal dari tanah Indonesia. Sementara, pekerjanya adalah warga Indonesia dan yang membeli adalah masyarakat Indonesia.

Akan tetapi keuntungan yang mereka dapatkan senilai 99 persen, dibawa ke luar negeri dan digunakan untuk membangun negara mereka sendiri. "Tentunya, masih banyak Suber Daya Alam (SDA) Indoensia yang telah mereka injak-injak tanpa menyisakan sedikitpun untuk anak cucu kita," akunya.

Dari itu, mengacu pada UUD 45 pasal 27 (3) setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan Negara. Hal itu sesuai dengan UU Nomor 3 pasal 9 (1-2) tahun 2002. Isinya adalah: Setiap warga Negara berhak dan wajib dalam upaya Bela Negara yang di wujudkan dalam penyelenggaraan pertahanan Negara.

Keikut sertaan warga negara dalam upaya Bela Negara, sebagaimana yang di maksud dalam ayat (1), diselenggarakan melalui: Pendidikan kewarganegaraan, Pelatihan dasar kemiliteran secara wajib, Pengabdian sebagai prajurit TNI secara sukarela atau secara wajib, Pengabdian sesuai dengan profesi.

Untuk itu, Bakesbangpol Kota Malang tambahnya, sebagai Pembina Bela Negara Kota Malang merumuskan bahwa Bela Negara tidak harus dilakukan secara militer, akan tetapi ada tiga unsur penting (trisula) dalm mempertahankan kedaulatan NKRI.

Trisula itu adalah Bela Negara melalui wawasan kebangsaan. Bela negara melalui kesejahteraan ekonomi. Bela negara melalui kegiatan sosial. "Dengan tiga poin tersebut besar harapan agar tercapai menanamkan nilai - nilai kebangsaan sehingga masyarakat sadar tentang kecintaan dan kepedulian terhadap Tanah Air sebagai titipan masa depan anak cucu mereka serta tertanam dalam jiwa mereka tentang rasa Kemanusiaan yang adil dan beradab.

Selanjutnya, menciptakan ekonomi kreatif dan peningkatan kualitas terhadap produk lokal untuk menumbuhkan  kecintaan terhadap produk dalam negri sehingga  tercipta azas Persatuan Indonesia.

"Melakukan berbagai macam kegiatan sosial yang mana erat kaitannya dengan slogan Peduli wong cilik sehingga tercipta Kota Malang Bermartabat dengan menjunjung tinggi Keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia," katanya.

Adapun Visi dari Bela Negara adalah "Menumbuhkan rasa cainta tanah air serta sadar berbangsa dan bernegara dalam satu kesatuan Negra Kesatuan Republik Indonesia (NKRI adalah harga mati).

Sementara, untuk misinya adalah, menanamkan nilai - nilai kebangsaan sehingga masyarakat sadar tentang kecintaan dan kepedulian terhadap Tanah Air sebagai titipan masa depan anak cucu mereka serta tertanam dalam jiwa mereka tentang rasa Kemanusiaan yang adil dan beradab.

Menciptakan Ekonomi kreatif dan peningkatan kualitas terhadap produk lokal untuk menumbuhkan  kecintaan terhadap produk dalam negri sehingga  tercipta azas Persatuan Indonesia.

Terakhir beber Bambang, melakukan berbagai macam kegiatan sosial yang mana erat kaitannya dengan "wong cilik" sehingga tercipta Kota Malang yang Bermartabat dengan menjunjung tinggi rasa Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. (d)