Masih Berlanjut, Upaya Pemadaman Api CV Kurnia Jaya Berlangsung 20 jam Lebih

Sep 17, 2022 13:07
Upaya pemadaman api di CV Kurnia Jaya pada Jumat (16/9/2022). (Foto: Riski Wijaya/ MalangTIMES).
Upaya pemadaman api di CV Kurnia Jaya pada Jumat (16/9/2022). (Foto: Riski Wijaya/ MalangTIMES).

JATIMTIMES - Upaya pemadaman api di gudang kertas milik CV Kurnia Jaya yang terbakar hebat pada Jumat (16/9/2022) masih terus berlangsung. Upaya pemadaman kurang lebih sudah berlangsung selama 20 jam lebih. 

"Api itu masih ada dan memang masih nyala," ujar Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Malang, Firmando Hasiholan Matondang, Sabtu (17/9/2022) siang. 

Namun demikian, kondisi nyala api sudah mulai berangsur padam. Meskipun masih ada satu titik yang diyakini masih muncul titik api. Titik tersebut tepat di area seluas 400 meter persegi yang dijadikan tempat menyimpan kertas.

"Luas areanya 400 meter persegi, itu tumpukan kertasnya mencapai 15 meter," terang Firmando. 

Untuk itu sampai saat ini, pihaknya masih fokus untuk melokalisir titik api. Tujuannya agar api yang masih menyala tidak merembet ke area lain sekitar pabrik. 

"Non stop masih kita lakukan pembasahan di area-area sekitar itu. Tujuannya agar bisa dilokalisir," imbuh Firmando.

Namun begitu, dirinya memastikan bahwa kondisi di lokasi kejadian sudah berangsur membaik. Beberapa unit mobil pemadam kebakaran (damkar) dari Kota Malang dan Kota Batu telah dipulangkan. 

"Tinggal (mobil damkar) dari Kabupaten Malang sebanyak 4 unit masih ada di lokasi kejadian. Kami berharap nanti sore, api sudah bisa benar-benar padam," pungkas Firmando. 

Sebagai informasi, pada peristiwa kebakaran yang terjadi sejak Jumat (17/9/2022) kemarin, setidaknya membuat 50 persen area pabrik ludes terbakar. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru