Pemkot Malang Berencana Pasang Saluran Drainase di Soekarno-Hatta dengan Anggaran Rp 512 Miliar

Sep 17, 2022 12:40
Wali Kota Malang Sutiaji ketika ditemui usai memimpin jalannya mediasi antara pihak SD Insan Amanah dengan warga Perumahan Griyashanta dan Perumahan Griyashanta Eksekutif, Kamis (8/9/2022). (Foto: Tubagus Achmad/ JatimTIMES)
Wali Kota Malang Sutiaji ketika ditemui usai memimpin jalannya mediasi antara pihak SD Insan Amanah dengan warga Perumahan Griyashanta dan Perumahan Griyashanta Eksekutif, Kamis (8/9/2022). (Foto: Tubagus Achmad/ JatimTIMES)

JATIMTIMES - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang berencana melakukan pemasangan gorong-gorong saluran drainase di sepanjang Jalan Soekarno-Hatta, Kota Malang yang memiliki panjang 1,8 kilometer dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp 512 miliar.

Hal itu disampaikan Wali Kota Malang Sutiaji. Orang nomor satu di lingkungan Pemkot Malang ini menyampaikan, pembuatan gorong-gorong untuk saluran drainase ini bertujuan untuk menuntaskan permasalahan banjir di sejumlah kawasan.

"Gorong-gorong kedalamannya 6 sampai 11 meter di sepanjang Jalan Soekarno Hatta 1,8 kilometer, pembiayaannya total Rp 512 miliar," ungkap Sutiaji kepada JatimTIMES.com.

Pihaknya menyebut, bahwa anggaran sebesar Rp 512 miliar tidak dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Malang, melainkan pihaknya telah mengajukan beban pembiayaan pembuatan gorong-gorong saluran drainase tersebut ke pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI.

"Kita sudah disurvei, sudah masuk pada musrenbang provinsi, kami pun sudah mengajukan itu ke Pak Menteri, Pak Sekjen, semua dirjen sudah kita masuki. Artinya kita kepung lah (pengajuan pembiayaan saluran drainase), mudah-mudahan (cepat terealisasi)," ujar Sutiaji.

Alasan Pemkot Malang mengajukan pembiayaan ke pemerintah pusat karena anggaran yang dibutuhkan cukup besar, pihaknya menuturkan bahwa kawasan Jalan Seokarno-Hatta Kota Malang merupakan jalan provinsi bukan jalan kota.

"Ketika ini sudah (terealisasi) insya allaah (banjir) di sini (Soekarno-Hatta) tuntas, di Letjen Sutoyo tuntas, Lowokwaru tuntas, Tulusrejo tuntas, sampai ke Kedawung tuntas. Rencana dari sini akan kita buang ke Sungai Brantas," beber Sutiaji.

Menurutnya, selama ini Kota Malang sering dilanda banjir selain karena intensitas hujan tinggi, juga karena konsep tata kelola perkotaan Kota Malang menggunakan sistem irigasi bukan sistem drainase.

Terlebih lagi, menurut Sutiaji di sistem saluran irigasi yang ada di Kota Malang berbelol-belok dan terjadi penyempitan. Hal ini yang memicu terjadinya saluran air tidak dapat menampung debit air sehingga meluap dan menyebabkan banjir.

Disinggung mengenai realisasi pembuatan gorong-gorong saluran drainase di sepanjang Jalan Soekarno-Hatta Kota Malang, Sutiaji masih belum dapat memastikan.

Tapi, dengan segala upaya yang telah dilakukan termasuk pengajuan ke Kementerian PUPR RI, pihaknya berharap pembangunan gorong-gorong saluran drainase dapat terealisasi secepatnya. Hal itu juga untuk mendukung penuntasan masalah banjir di Kota Malang pada tahun 2028 mendatang.

Sementara itu, rencana pembuatan gorong-gorong saluran drainase sudah lebih dulu direncanakan oleh Pemkot Malang sebelum proses pembuatan masterplan drainase.

"Tapi ini menjadi satu bagian. Ini sudah dulu, baru kemarin kita susun masterplan. Salah satu di antaranya drainase di lainnya mengarah pembuangannya kesini. Apakah nanti nggak banjir Brantas, itu sudah dipikirkan debit airnya," tandas Sutiaji.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru