List Terbaru Buntut Kasus Sambo: 10 Polisi Dihukum Etik PTDH hingga Demosi, Ini Namanya

Sep 16, 2022 12:32
Ilustrasi polisi yang dihukum Etik (pixabay)
Ilustrasi polisi yang dihukum Etik (pixabay)

JATIMTIMES - Kasus Ferdy Sambo hingga kini terus bergulir. 35 polisi diduga melanggar kode etik kepolisian. 10 anggota pun telah menjalani sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP). Mereka mendapatkan sanksi mulai dari demosi atau penurunan jabatan hingga pemberhentian tidak dengan hormat (PDTH).

Diolah dari Detik dan beberapa sumber lain, 35 orang personel tersebut terdiri dari perwira tinggi hingga yang berpangkat terendah. Di antaranya irjen pol 1, brigjen pol 3, kombes pol 6. Kemudian AKBP 7, kompol 4, AKP 5, iptu 2, ipda 1, bripka 1, brigadir 1, briptu 2, dan bharada 2.

Kemudian, 18 orang dari 35 personel yang melanggar kode etik, sebelumnya telah ditempatkan di penempatan khusus (patsus). Sementara sisanya terus melalui proses pemeriksaan.

10 orang telah menjalani KKEP, 5 orang mendapatkan sanski PTDH dan sisanya mendapatkan sanksi demosi dengan waktu yang berbeda-beda maupun penempatan khusus. 5 personel mendapatkan Sanksi PDTH, yaitu Irjen Pol Ferdy Sambo, Kompol Chuck Putranto, Kompol Baiquni Wibowo, Mantan Kaden A Biropaminal Divisi Propam Polri Kombes Agus Nurpatria, Eks Wadirkrimum Polda Metro Jaya AKBP Jerry Raymond Siagian. 

5 personel mendapatkan sanksi demosi dengan waktu yang berbeda-beda serta terdapat personel yang Penempatan Khusus (Patsus) adalah Eks sopir Irjen Ferdy Sambo, Bharada Sadam telah selesai menjalani sidang etik dan disanksi demosi 1 tahun, mantan BA Roprovos Divpropam Brigadir Frillyan Fitri Rosadi dikenai sanksi demosi selama 2 tahun, AKP Paurlog Bagrenmin Divisi Propam Polri dijatuhi sanksi demosi atau penurunan jabatan selama 1 tahun. 

Kemudian Eks Kasubdit Renakta Polda Metro Jaya AKBP Pujiyarto dikenai sanksi dengan ditempatkan di patsus selama 28 hari dan mantan Banum Urtu Rogprovos Divpropam Polri Briptu Firman Dwi Ariyanto mendapatkan sanksi demosi 1 tahun.

Sementara itu, Kapolri Jendral Listyo Sigit dalam rapat bersama Komisi III DPR (24/8/2022) menyampaikan telah memeriksa 97 personel untuk mengungkap kasus pembunuhan berencana Brigadir J. 

Dikutip dari kanal YouTube Div Humas Polri, Kapolri telah mewanti-wanti para anggotanya untuk menghindari pelanggaran yang bilamana dilakukan akan menurunkan kepercayaan publik kepada Polri. 

"Ikan busuk tentunya melalui kepala. Mari kita saling mengingatkan, atasan mengingatkan anak buah, anak buah juga sama, menyampaikan komandan sepertinya ini salah dan itu sah-sah saja. Jangan biasakan rekan-rekan pada saat menerima sesuatu yang nggak pas, tidak berani untuk menyampaikan pendapat rekan-rekan, karena ini untuk kebaikan institusi," terangnya.

Untuk itu, Kapolri menegaskan akan melakukan tindakan tegas kepada para personel yang melakukan pelanggaran. Sebab, dijelaskan Kapolri, jika saat ini negara tengah dihadapkan dengan berbagai persoalan. Karena itu bilamana terdapat laporan pelanggaran, pihaknya tak akan menegur dan akan langsung memprosesnya.

"Saya harus mencopot, saya harus menindak terhadap rekan-rekan yang melakukan pelanggaran-pelanggaran dan ini terus diulang-ulang. Karena saya sayang dengan 430 ribu polisi yang telah bekerja dengan baik dan 30 ribu PNS yang juga bekerja dengan baik," pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru