Seratusan Lebih Siswa SMAN 2 Bondowoso Alami Sakit secara Masal

Sep 15, 2022 20:27
Genung SMAN 2 Bondowoso (Foto: Abror Rosi/JatimTimes)
Genung SMAN 2 Bondowoso (Foto: Abror Rosi/JatimTimes)

JATIMTIMES - Seratusan lebih siswa SMAN 2 (Smada) Bondowoso, Jawa Timur, mengalami sakit secara bersamaan pada Senin 12 September 2022 kemarin. Akibatnya, siswa yang sakit tidak bisa masuk sekolah dan dirawat di rumah masing-masing.

Bahkan ada beberapa siswa terpaksa harus dirawat di puskesmas dan rumah sakit.

Salah seorang siswa yang sakit berasal dari Kelurahan Tamansari, Kecamatan Bondowoso. Siswi kelas X tersebut harus dirawat di puskesmas terdekat.

Wali murid  bernama  Ardian mengatakan bahwa anaknya mengalami gejala panas, batuk, dan pusing.  "Hari itu (Senin kemarin) tiba-tiba anak saya mengaku tidak enak badan," ungkapnya, Kamis (15/9/2022).

Ia membawa anaknya ke puskesmas terdekat pada Rabu 14 September kemarin karena kondisinya tidak kunjung membaik. 

Di puskesmas yang sama, total ada dua siswa SMAN 2 Bondowoso yang dirawat. Bahkan di antaranya ada yang pingsan. "Salah satu pasien sempat pingsan," bebernya.

Dia menduga, siswa yang sakit tersebut disebabkan cuaca atau musim saat ini sering berubah. Kemudian  ditambah kegiatan di sekolah yang  sangat padat hingga menyebabkan kecapaian.

"Kabarnya covid-19, dan rata-rata yang sakit siswa kelas sepuluh. Mungkin tubuh siswa baru masih beradaptasi dengan kegiatan sekolah. Belum bisa dipastikan penyebab pastinya," ungkapnya.

Pihaknya berharap, kondisi siswa SMAN 2  Bondowoso tidak sampai mengarah ke kasus covid-19. Sebab selama dua tahun, sudah merasa cukup disibukkan melawan pandemi covid-19. 

"Semoga hanya sakit biasa. Apalagi anak saya sendiri alergi obat. Kalau minum obat, bengkak bagian wajahnya. Semoga semuanya segera pulih," harapnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Sekolah SMA 2 Bondowoso Jarimin membenarkan bahwa ratusan siswa di sekolah tersebut sakit secara bersamaan.

Menurut dia, jumlah siswa yang sakit sekitar 10 persen dari total keseluruhan siswa. Adapun jumlah siswa di SMA 2 sebanyak 1.000 siswa lebih. "Sekitar 100 lebih yang sakit," jelas Jarimin.

Menurut dia, gejala yang dialami siswa tersebut sama. Yakni batuk dan pilek. Dia menduga juga karena pancaroba. 

"Yang sakit di rumah masing-masing. Ada juga yang panasnya tinggi oleh keluarganya dibawa ke rumah sakit," paparnya.

Menurut Jarimin, memang ada dugaan bahwa ada siswa yang terindikasi terpapar covid-19. Bahkan berdasarkan hasil rapid test, ditemukan tiga siswa yang reaktif covid-19.

"Dirumahkan 10 hari. Mengikuti pembelajaran sebagaimana masa pandemi covid-19," paparnya.

Menurut dia, telah dilakukan sampling terhadap 10 siswa. Akhirnya diputuskan, siswa yang mengalami gejala sakit istirahat saja di rumah.

Sejak Senin kemarin sebenarnya sudah ada 50 siswa sudah tidak masuk dan dirawat di rumah masing-masing. "Ada beberapa anak masuk terus saya pulangkan," imbuhnya.

Akibat ratusan siswa yang sakit itu, pembelajaran dilakukan sebanyak 50 persen dari kapasitas. Hal itu berlaku hingga  20 September besok. 

Menurut Jarimin, di masing-masing kelas jumlah siswa yang masuk cukup variatif. Ada 90 persen, 50 persen dan 10 persen.

Pihak SMAN 2 Bondowoso juga melakukan sterilisasi setiap ruangan di sekolah tersebut. Termasuk ruang kelas. "Jadi seluruh ruang disemprot disinfektan," imbuh dia.

Jam pelajaran di SMAN 2 Bondowoso juga dibatasi. Aktivitas siswa di sekolah berakhir sekitar pukul 01.00 WIB. Padahal biasanya siswa pulang pukul 15.30 WIB. "Siswa diminta istirahat. Baru setelah tanggal 21 September ke depan akan dievaluasi ulang," pungkasnya. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru