Akhir yang Manis, Unisma Tutup Oshika Maba 2022 dengan Pecahkan Rekor Muri

Sep 14, 2022 20:18
Unisma raih Rekor MURI dalam pembuatan video slogan anti intoleransi, anti kekerasan seksual dan anti perundungan (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Unisma raih Rekor MURI dalam pembuatan video slogan anti intoleransi, anti kekerasan seksual dan anti perundungan (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

JATIMTIMES - Orientasi Studi dan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (Oshika Maba) Universitas Islam Malang (Unisma) 2022 resmi ditutup langsung oleh Rektor Unisma Prof Dr Maskuri MSi, Rabu (14/9/2022).

Rektor menyampaikan, dua tahun lamanya kegiatan Oshika Maba tak dapat dilakukan secara luring. Untuk itu, ini merupakan langkah baru saat pandemi covid-19 dalam menjalankan aktivitas perkuliahan seperti biasa.

Untuk itu, pihaknya meminta agar para mahasiswa baru nantinya mulai bisa untuk mengikuti seluruh kegiatan dengan baik. 

1

"Ikuti dengan saksama, pembelajaran, perkuliahan. Jaga kesehatan, jaga niat, jaga iman, jaga potensi yang dimiliki demi kesusksesan kalian di masa yang akan datang," jelasnya.

Penutupan Oshika Maba 2022 ditutup dengan manis. Dalam penutupan, sekaligus diberikan piagam penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri). 

Oshika Maba ini memecahkan rekor dalam pembuatan video dan slogan antiintoleransi, antikekerasan seksual dan antiperundungan terbanyak oleh mahasiswa baru yang diunggah di media sosial.

"Hampir tiap tahun Muri hadir di Oshika  Maba dan event yang diselenggarakan Unisma. Semoga ini menjadi semangat kami untuk membangun semangat, kreatifitas dan inovasi lebih baik lagi," ungkap Maskuri.

Setiap mahasiswa membuat video slogan antiintoleransi, antikekerasan seksual dan antiperundungan yang diunggah di masing-masing media sosial yang dimiliki. Jumlahnya pun mencapai 4.527 video.

Perwakilan Muri Sri Widayati menyampaikan, sudah delapan rekor dari Unisma yang tercatat di Muri. Jumlah ini kian bertambah, karena  dalam rangkaian Oshika Maba 2022, rekor kembali tercatat dari Unisma dengan membuat video video antiintoleransi, antikekerasan seksual dan antiperundungan dan diunggah di media sosial baik YouTube, Instagram maupun TikTok.

2

"Kami berharap bahwa lingkungan instansi pendidikan menjadi tempat yang nyaman untuk para peserta didik," ungkapnya dalam sambutannya.

Lebih lanjut dijelaskan, maraknya permasalahan perundungan, pelecehan seksual dan intoleransi yang termasuk dalam tiga dosa besar pendidikan, harus menjadi konsentrasi untuk mendapatkan penanganan yang serius.  Cara yang dilakukan mahasiswa baru Unisma ini diharapkan memberikan teladan dan menjadi langkah awal dalam melakukan pencegahan dan membentengi diri agar tidak terungkap dalam tiga dosa besar tersebut.

“Pesan kami terhadap adik-adik mahasiswa baru, sebagai mahasiswa harus bisa memilah dan memilih pergaulan yang tepat. Di media sosial juga harus pandai menyeleksi konten yang kurang pantas untuk ditonton,” tandasnya.

Selain itu, sebagai perwakilan Muri, pihaknya sangat mengapresiasi karya spektakuler yang diciptakan oleh para mahasiswa baru Unisma. Hal ini merupakan hal yang membanggakan. Sebab, meskipun baru saja menjadi mahasiswa baru, mereka telah mampu memberikan hal yang positif bagi Unisma.

"Selamat untuk kalian semua. Begitu terlahir sebagai mahasiswa baru Unisma, langsung berkontribusi berprestasi dan prestasi yang kali ini akan diabadikan di Muri," pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru