Harga BBM Naik, Bahan Bakar Berbahan Limbah Plastik Buatan Warga Blitar Banyak Dicari

Sep 14, 2022 17:31
Muryani menunjukkan BBM berbahan dasar plastik buatanya. (Foto: Team JATIMTIMES)
Muryani menunjukkan BBM berbahan dasar plastik buatanya. (Foto: Team JATIMTIMES)

JATIMTIMES- Beberapa tahun lalu Kabupaten Blitar pernah viral dengan ditemukannya bahan bakar alternatif dari limbah plastik. 

Bahan bakar alternatif ini buatan Muryani warga Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar. Belakangan produk buatan Muryani kembali naik daun usai harga BBM subsidi naik.

Informasi yang diterima JATIMTIMES, bbm alternatif dari limbah plastik itu kebanjiran pesanan. Muryani mengatakan, setelah ada kenaikan BBM, banyak masyarakat yang datang pesan BBM kepadanya.

"BBM berbahan dari limbah plastik ini sebetulnya sudah lama. Belakangan ini banyak yang pesan ke saya setelah pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi," kata Muryani, Rabu (14/9/2022).

Dengan banyaknya pesanan yang datang, Muryani mengaku saat ini mendapatkan keuntungan lebih.

"Biasanya hanya terjual lima sampai sepuluh liter, jika diuangkan hanya sekitar seratus ribu rupiah per hari. Namun setelah BBM naik bisa jual 25 liter per hari. Jadi setiap harinya saya bisa mendapatkan keuntungan Rp 300 ribu," terangnya.

Terkait dengan bahan baku limbah plastik, dia mengaku tidak kesulitan untuk mendapatkannya. Pasalnya, Muryani sehari-hari bekerja sebagai petugas kebersihan. 

“Untuk bahan baku tidak ada kesulitan, karena saya sehari-hari bekerja sebagai petugas kebersihan di Wlingi,” terangnya.

Sebagai informasi, usaha Muryani mengubah sampah menjadi BBM hanya berbekal ilmu yang diajarkan ayahnya. Ayah Muryani mengajarkan jika semua plastik mengandung gas. Dari situ, kakek yang tidak lulus SD ini berpikir keras untuk merakit alat tersebut.

"Sudah saya coba berkali-kali namun sering gagal. Nah tahun 2009 lalu setelah berkali-kali gagal, alat ini bekerja sesuai yang saya harapkan, bisa mendaur ulang sampah plastik jadi tiga jenis bahan bakar ," jlentrehnya.

Lebih dalam Muryani menyampaikan, proses yang dilakukan untuk menghasilkan BBM melalui destilator diawali dengan memilih dulu sampah plastiknya, terutama yang bening atau tidak berwarna. Lalu dijemur sampai kering.

Dengan kapasitas destilator 10 kg plastik, 60% akan disuling menjadi solar, 25% menjadi premium dan 15% disuling menjadi minyak tanah. Proses penyulingan ini membutuhkan waktu sekitar empat jam dengan suhu panas 200 derajat celcius.

"Setiap kali proses penyulingan, destilator bisa menghasilkan sebanyak 6 liter solar, 2,5 liter premium dan 1,5 liter minyak tanah," pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru