Data Dibajak Bjorka, Cak Imin Ganti Nomor HP dan Lapor Polisi

Sep 14, 2022 14:48
Ketua PKB sekaligus Wakil Ketua DPR RI Muhaimin Iskandar (pakai kaca mata) saat menghadiri agenda Rembuk Tani se-Malang Raya. (Foto: Ashaq Lupito/ JatimTIMES)
Ketua PKB sekaligus Wakil Ketua DPR RI Muhaimin Iskandar (pakai kaca mata) saat menghadiri agenda Rembuk Tani se-Malang Raya. (Foto: Ashaq Lupito/ JatimTIMES)

JATIMTIMES - Aksi hacker Bjorka yang dianggap meresahkan terutama bagi kalangan pejabat dan politisi bakal dilaporkan ke pihak kepolisian. Ancaman pelaporan tersebut ditegaskan langsung oleh Ketua Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yakni Muhaimin Iskandar.

"Iya pasti, hari ini atau besok," tegas politisi yang akrab disapa Cak Imin ini saat ditemui awak media usai menghadiri agenda Rembuk Tani se-Malang Raya di Dome Stadion Kanjuruhan, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Rabu (14/9/2022).

Cak Imin menuturkan, alasan di balik pelaporan yang dilayangkan ke kepolisian terkait aksi hacker Bjorka tersebut, lantaran dirinya merasa telah dirugikan.

Bahkan, politisi yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) ini, sampai harus ganti nomor Handphone (HP) dan WhatsApp (WA).

"Saya merasa dirugikan dengan dibocorkannya data saya, ya saya sudah menutup HP, saya ganti dengan nomor baru," keluhnya.

Dalam sehari, lanjut Cak Imin, pihaknya mengaku mendapat ribuan pesan WA di akun aplikasi chatting-nya. Namun, dirinya berdalih tidak sempat mengecek brondongan pesan di akun WA-nya, karena terlalu banyak pesan yang diterima olehnya.

"Iya, sehari ada ratusan bahkan ribuan WA masuk, langsung saya tutup nomor saya. Pokoknya langsung, tidak saya baca, saya tutup pokoknya," ulasnya.

Sejauh ini, dari pengamatannya, Cak Imin menganggap kejadian hacker yang dilakukan Bjorka ini bisa membahayakan keamanan negara. Khususnya data Teknologi Informasi (TI).

"Dampaknya sangat berbahaya bagi privasi, tentu saja. Kemudian keamanan data, keamanan hak milik juga bisa berbahaya. Intinya keamanan negara pasti berbahaya sekali," jelasnya.

Menurut politisi nomor satu di partai berlogo sembilan bintang itu, adanya hacker terutama yang dilakukan Bjorka menjadi bukti akan lemahnya negara dalam mengamankan data.

"Betul ini merupakan darurat teknologi informasi, darurat IT yang harus ditangani secara cepat," timpal Cak Imin.

Guna mengantisipasi aksi serupa yang dialaminya menimpa orang lain, Cak Imin berharap ada sinergitas antara pemerintah dengan masyarakat Indonesia.

"Saya kira tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, mari semua masyarakat bahu-membahu untuk melawan kebocoran data ini," paparnya.

Selain mengajak masyarakat umum, Cak Imin juga berharap kepada para pegiat teknologi informasi khususnya di Indonesia, untuk bersama-sama memberantas aksi hacker Bjorka.

"Kita harus minta tolong secara mudah kepada ahli-ahli teknologi, para pelaku sosial media. Hacker yang baik itu masih banyak, ayo kita bantu masyarakat untuk menjaga," tukasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru