Hasil Surveyi, Kebiasaan Sikat Gigi saat Pandemi Covid-19 Dewasa Turun, Anak 2 Kali Lipat

Sep 14, 2022 10:57
Seorang yang sedang menggosok gigi. (Foto: Pinterest)
Seorang yang sedang menggosok gigi. (Foto: Pinterest)

JATIMTIMES- Bagi sebagian orang kesehatan pada gigi mungkin dianggap sepele. Padahal jika ada gangguan pada gigi sangat berpengaruh pada jalannya aktivitas lantaran berimbas pada kerja organ tubuh.

Hal tersebut terlihat pada survei ‘Sikap, Perilaku dan Pengalaman Kesehatan Gigi dan Mulut Selama Pandemi Covid-19, 2021’. Pada saat pandemi Covid-19 itu kebiasaan masyarakat untuk menggosok gigi dan kontrol rutin ke dokter gigi menurun secara drastis.

Dari survei itu saat pandemi kebiasaan orang tua menyikat gigi pada pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur telah menurun sebesar 5 persen. Bahkan pada anak penurunannya dua kali lebih besar yakni 11 persen.

Ketua Pengurus Besar PDGI drg. Usman Sumantri mengatakan, kebiasaan buruk dalam merawat gigi dapat menyebabkan gigi berlubang, infeksi gusi, hingga rasa sakit yang sangat mengganggu kenyamanan dan produktivitas. Karena itu perlu memulihkan kebiasaan masyarakat dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut mereka.

Menjaga kesehatan gigi itu dengan cara rutin menggosok gigi. “Menggosok gigi sebaiknya 2 kali sehari, pagi setelah sarapan, dan malam sebelum tidur,” ucap dr. Usman.

Selain menggosok gigi, penting juga mengganti sikat gigi secara rutin. Sebab sikat gigi bisa menjadi tempat berkembang biaknya mikroorganisme.

Lalu kapan dan seberapa sering seseorang perlu mengganti sikat gigi? Menurut The American Dental Association, seseorang perlu mengganti sikat gigi kurang lebih setiap tiga bulan.

Sebab, setelah tiga bulan umumnya bulu sikat gigi sudah usang, sehingga perlu diganti yang baru. Namun, kondisi bulu sikat juga tergantung pada pemakainya. Seseorang yang terbiasa menyikat gigi dengan keras biasanya membuat sikat lebih cepat usang.

Intinya, kunci dari mengganti sikat gigi tergantung pada perubahan bentuk bulu sikatnya. Ganti sikat gigi ketika bentuk bulunya sudah tidak lurus dan berganti arah yang berbeda. Bagi para orang tua, jangan lupa untuk memeriksa sikat gigi Si Kecil karena biasanya sikat gigi anak-anak perlu diganti lebih sering ketimbang orang dewasa.

Selain bentuk bulu sikatnya, ada faktor penyebab lain yang mengharuskan seseorang mengganti sikat gigi sebelum waktunya. Orang yang telah sembuh dari sakit perlu mengganti sikat giginya agar virus dan bakteri penyakit tidak menginfeksi kembali. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, bulu sikat bisa menjadi tempat favorit berkembangbiaknya mikroorganisme.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru