Subsidi Buat Sopir Angkot dan Ojol, Pemkot Malang Tunggu Juknis Pusat

Sep 13, 2022 20:43
Sejumlah angkot yang 'ngetem' di Terminal Arjosari (foto: Hendra Saputra/JatimTIMES)
Sejumlah angkot yang 'ngetem' di Terminal Arjosari (foto: Hendra Saputra/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang masih menunggu keputusan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terkait penyaluran subsidi kepada sopir angkutan kota (angkot) dan ojek online (ojol). Subsidi itu merupakan kompensasi atas dampak kebijakan pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

Plt Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Malang, Handi Priyanto mengatakan bahwa pihaknya masih menunggu petunjuk teknis (juknis) dari pemerintah pusat. Hal itu terkait penyaluran bantuan kepada sopir angkot dan ojol.

“Dari persiapan kami, di Dishub sudah ada data sopir angkot. Yang susah itu data ojol, karena selama ini operator ojek online tidak pernah memberikan data pengemudinya,” ucap Handi Priyanto, Selasa (13/9/2022).

Disinggung berapa besaran nilai subsidi yang akan digelontorkan, Handi mengaku belum dapat memastikan. Karena, terkait pengaturan anggaran subsidi tersebut ada di wilayah kerja Badan Keuangan Aset Daerah (BKAD) Kota Malang.

“Untuk nilai subsidi dan jumlah sasarannya masih kami kaji, terutama untuk ojol. Kalau angkot bentuknya yang masih akan dibahas detailnya. Karena amanah Permenkeu bukan bansos tapi berupa subsidi transportasi,” kata Handi.

Di sisi lain, Handi menjelaskan bahwa sejauh ini tarif angkot di Kota Malang masih tetap sama atau tidak ada kenaikan. Yakni Rp 3500 untuk masyarakat umum dan Rp 2000 untuk pelajar berseragam.

“Belum ada kenaikan, jika ada oknum (sopir angkot menaikkan harga) laporkan ke Dishub, akan kami evaluasi untuk izin trayeknya. Karena sampai detik ini belum ada pembahasan untuk kenaikan tarif angkot,” ungkap Handi.

Terpisah, Ketua DPRD Kota Malang I Made Riandiana Kartika mengaku sangat setuju dengan adanya rencana pemberian subsidi kepada sopir angkot dan ojol. Pihaknya memberi saran agar mekanismenya berupa kupon.

“Katakan ojol disubsidi BBM 5 liter per hari. Lalu, sopir angkot disubsidi 10 liter per hari. Nanti dikasih kupon untuk ditukar ke SPBU sehingga kebocorannya kecil. Tinggal lihat skemanya, kami sudah sampaikan ke Dishub, Dishub lagi mengkaji,” kata Made.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru