Bencana di Kabupaten Malang Sebabkan Kerugian Rp 3 Miliar, 8 Orang Alami Luka dan Meninggal

Sep 13, 2022 17:27
Akses jalan di wilayah Malang Selatan yang ambrol karena longsor akibat tergerus curah hujan dengan intensitas tinggi. (Foto: BPBD Kabupaten Malang for JatimTIMES)
Akses jalan di wilayah Malang Selatan yang ambrol karena longsor akibat tergerus curah hujan dengan intensitas tinggi. (Foto: BPBD Kabupaten Malang for JatimTIMES)

JATIMTIMES - Hingga awal September 2022 puluhan bencana dan kejadian musibah terjadi di Kabupaten Malang. Akibatnya, kerugian material ditaksir mencapai miliaran. Selain itu delapan orang dikabarkan mengalami luka-luka hingga meninggal dunia.

Berdasarkan data yang dihimpun JatimTIMES, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang mencatat ada 135 bencana dan kejadian musibah yang terjadi sejak awal tahun hingga pertengahan September 2022.

"Dari 135 insiden yang ditangani BPBD Kabupaten Malang itu, sebanyak 81 di antaranya merupakan bencana," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan saat ditemui JatimTIMES.com, Selasa (13/6/2022).

Sedangkan 54 kejadian lainnya, lanjut Sadono, merupakan kejadian alam yang menyebabkan musibah. "Sebanyak 54 kejadian yang kami (BPBD Kabupaten Malang) tangani tersebut meliputi gempa bumi hingga pohon tumbang," sambung Sadono.

Sekedar informasi, dijelaskan Sadono, rekap data yang dipisahkan antara bencana dan kejadian yang ditangani BPBD Kabupaten Malang tersebut, bertujuan untuk memudahkan proses pendataan.

Sebab tidak semua kejadian bisa masuk kategori bencana, karena tidak ada dampak yang signifikan baik itu kerugian maupun korban.

"Jadi kalau ada kejadian, ada penyebab, ada dampak baik itu kerusakan atau dampak kerugian dan bahkan korban jiwa yang bisa mengganggu aktivitas dan sebagainya, itu baru bencana. Sedangkan yang tidak masuk pada definisi di atas masuk kategori kejadian, namun tetap kami tangani," terang Sadono.

Dari total bencana dan kejadian alam yang menyebabkan musibah di Kabupaten Malang tersebut, dijelaskan Sadono, menyebabkan kerugian materi yang berkisar mencapai Rp 3.080.000.000.

"Berdasarkan Hitungan Kaji Cepat, kerugian material dari bencana di Kabupaten Malang hingga saat ini (Selasa 13/9/2022) mencapai kisaran lebih dari Rp 3 miliar," ulasnya.

Selain menyebabkan kerugian material, masih menurut Sadono, kejadian bencana di Kabupaten Malang juga menelan korban jiwa maupun luka-luka.

"Mulai awal tahun hingga menjelang pertengahan bulan September (2022) ada delapan orang yang menjadi korban. Satu di antaranya meninggal dunia, sedangkan tujuh orang lainnya mengalami luka-luka," jelasnya.

Dijelaskan Sadono, satu korban jiwa yang meninggal tersebut akibat terseret bencana banjir. Sedangkan tujuh orang korban lainnya mengalami luka karena bencana tanah longsor, angin kencang, hingga banjir.

"Tapi yang meninggal itu bukan karena terdampak bencana langsung, tapi saat melihat banjir tanah yang dipijak korban ambrol. Kejadiannya di Kecamatan Lawang. Sedangkan yang mengalami luka dikarenakan tertimpa bangunan maupun material lain saat bencana angin kencang hingga longsor," bebernya.

Sementara itu, jika di-flash back, pada tahun 2021 lalu angka kejadian dan bencana di Kabupaten Malang juga marak terjadi. Bahkan datanya menyebut ada 267 insiden.

"Dari total 267 itu, 198 di antaranya merupakan bencana. Sedangkan 69 sisanya adalah kejadian alam yang mengakibatkan musibah, misalnya gempa dan pohon tumbang," pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru