Polemik Sumber Pitu, Bupati Sanusi: Kita Dukung asal Sesuai Aturan

Sep 12, 2022 20:43
Bupati Malang HM. Sanusi.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).
Bupati Malang HM. Sanusi.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

JATIMTIMES - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang sepertinya sudah tak ingin memberikan toleransi atas pemanfaatan air di Sumber Pitu oleh Perumda Tugu Tirta Kota Malang.  Buktinya, daat dikonfirmasi, Bupati Malang, HM. Sanusi menegaskan bahwa ia akan mendukung apa pun langkah yang diambil Perumda Tirta Kanjuruhan. 

"Ya soal Sumber Pitu ini urusannya PDAM (Perumda Tirta Kanjuruhan). Kita sifatnya mendukung dan mendorong pelaksanaan sesuai dengan aturan saja," tegas Sanusi saat ditemui di Kantor DPRD Kabupaten Malang, Senin (12/9/2022) sore.

Informasi yang dihimpun, perjanjian kerja sama terkait pemanfaatan Sumber Pitu  dilakukan secara business to business (B to B) atau dalam hal ini antara Perumda Tugu Tirta Kota Malang dengan Perumda Tirta Kanjuruhan Kabupaten Malang. 

Sanusi menegaskan bahwa dalam hal pemanfaatan tersebut, Perumda Tirta Kanjuruhan telah mengantongi surat Izin pemanfaatan air (SIPA). Namun yang menjadi permasalahan adalah telah habisnya masa perjanjian kerja sama (PKS) antara dua perumda itu. 

"Kalau SIPA kita ada. Kalau perlu diperpanjang atau tidak, itu teknis. Nanti ke Pak Sekda dan dirut (Perumda Tirta Kanjuruhan)," kata Sanusi. 

Bupati mengatakan bahwa dalam hal ini pihaknya tak segan untuk melakukan langkah tegas asalkan hal tersebut memang dilaksanakan sesuai aturan. 

"Kota Malang bisa berupaya bagaimana mencukupi itu tanpa harus mengambil dari sana (Sumber Pitu). Itu tadi langkah tegas. Apa pun yang dilakukan PDAM akan kita dukung, asalkan sesuai aturan," pungkas Sanusi. 

Sebagai informasi, pada Senin (12/9/2022) pagi, sejumlah masyarakat yang merasa terdampak atas pemanfaatan air di Sumber Pitu melakukan aksi penyegelan tandon air Perumda Tugu Tirta. Masyarakat ini mengatasnamakan diri mereka sebagai Forum Penyelamat Sumber Pitu. 

Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini, pemanfaatan air oleh Perumda Tugu Tirta Kota Malang sepanjang tahun 2022 dinilai ilegal. Apalagi juga masih belum membayar retribusi yang ada di dalam PKS (perjanjian kerja sama). PKS antara Perumda Tugu Tirta dan Perumda Tirta Kanjuruhan telah berakhir pada 9 November 2021 lalu. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru