Tingkat Partisipasi Pemilih di Kabupaten Malang Turun hingga 5% Tiap Pemilu

Sep 12, 2022 18:42
Kepala Bakesbangpol Kabupaten Malang Mumuk Hadi Martono.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).
Kepala Bakesbangpol Kabupaten Malang Mumuk Hadi Martono.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

JATIMTIMES - Tingkat partisipasi masyarakat Kabupaten Malang dalam setiap gelaran pemilihan umum (pemilu) menurun. Bahkan, berdasarkan data dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Malang, ada penurunan hingga 5 persen dalam setiap gelaran pemilu. 

Kepala Bakesbangpol Kabupaten Malang Mumuk Hadi Martono mengatakan, salah satu alasan yang dinilai menjadi penyebab turunnya partisipasi masyarakat tersebut adalah karena kurang teredukasi ke pemilih pemula. Tentu dalam Pemilu 2024 mendatang, hal tersebut menjadi satu pekerjaan rumah (PR) yang harus ia tuntaskan. 

"Hampir setiap tahun penyelenggaraan pemilu, partisipasi masyarakat kita untuk menjadi pemilih turun. Ini harus menjadi perhatian bersama. Rata-rata dua sampai lima persen per tahun pemilu," ujar Mumuk, Senin (12/9/2022). 

Mumuk menilai, angka tersebut juga dipengaruhi proses sosialisasi yang cenderung kurang tersampaikan kepada masyarakat luas, termasuk kalangan pemilih pemula. Maka dari itu, sebagai persiapan, pihaknya akan mulai melakukan sosialisasi dengan menyasar lembaga pendidikan. 

"Nanti kita akan coba melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah yang kita pilih. Upaya ini untuk meningkatkan pemahaman soal kepemiluan dan meningkatkan jumlah pemilih muda ke depannya," jelas Mumuk. 

Di sisi lain, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Malang mengklaim bahwa tingkat partisipasi pemilu yang terakhir digelar pada tahun 2019 lalu adalah sebesar 78,9 persen. Jumlah tersebut hanya kurang 1,1 persen dari target nasional, yakni 80 persen. 

Dikatakan Mumuk, atensi ini perlu disadari masyarakat luas. Ia menilai pendidikan pemilu masih jarang tersampaikan ke warga. Program pendidikan politik  oleh Bakesbangpol, KPU dan Bawaslu harus gencar dilakukan. 

Mengenai sosialisasi, dirinya menyebut bahwa akan disokong anggaran berupa hibah yang nilainya hingga kini belum bisa diperkirakan. "Jumlahnya, kita belum bisa pastikan. Yang jelas tidak terlalu banyak melihat dari pengajuan yang ada," pungkas Mumuk.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru