Keluar Bersama Pacarnya, Mahasiswi Unej Pulang Tak Bernyawa

Sep 12, 2022 17:05
Ilustrasi
Ilustrasi

JATIMTIMES – Kabar tak sedap kembali datang dari dunia pendidikan di Kabupaten Jember. Setelah sebelumnya siswa SMK meninggal di lingkungan kelas, kali ini kabar kematian datang dari kalangan mahasiswa Universitas Negeri Jember (Unej). 

Putri Pujiarti (20) mahasiswi D3 Kesekretariatan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Negeri Jember asal Kecamatan Kencong dinyatakan meninggal dunia setelah diantar pulang teman prianya.

Menurut AM, teman korban, pada Sabtu (10/9/2022) siang sekitar pukul 10.00 WIB, Putri mendatangi kosnya yang ada di Jalan Kalimantan Gang Kelinci, dengan mengendarai sepeda motor beat. 

Tidak berselang lama, korban yang selama ini juga tinggal di salah satu pondok pesantren putri di kawasan Unej ini minta diantar ke Masjid Al Hikmah yang ada di dalam kampus Unej, untuk ketemu teman prianya.

“Setelah saya antar, korban pergi bersama temannya, saya pun kembali ke tempat kosnya. Selang hampir 4 jam, korban diantar oleh teman prianya ke kosan saya dalam kondisi tidak sadar. Saya sempat meminta temannya langsung membawa ke UGD, tapi tidak mau. Setelah saya cek nadinya, kok tidak bergerak. Saya menghubungi grab untuk membawa korban ke UMC (Unit Medical Center) Unej, saat tiba di UMC ternyata teman saya sudah meninggal,” ujar AM.

AM tidak begitu mengenal dengan teman pria korban. Namun yang ia ketahui, dari pengakuan korban selama ini, teman prianya tersebut seorang aparat. 

“Kalau saya tidak begitu mengenal, cuma kata korban temannya itu menjadi aparat, gak tau aparat polisi apa TNI,” jelas AM.

Kasatreskrim Polres Jember AKP. Dika Hadiyan Wiratama, saat dikonfirmasi sejumlah wartawan menyatakan, bahwa pihaknya sudah menerima laporan terkait meninggalnya salah satu mahasiswi Unej dengan tidak wajar.

Menurut mantan Kasatreskrim Polres Pacitan, setelah ada laporan, pihaknya langsung melakukan penyelidikan dengan meminta sejumlah keterangan saksi-saksi.

Kasatreskrim juga memastikan, jika teman pria korban yang mengantar korban bukan seorang aparat TNI maupun Polri. Hal ini diketahui setelah yang bersangkutan dipanggil ke Polres Jember untuk dimintai keterangan.

“Kalau oknum aparat baik TNI maupun polisi, saya pastikan yang bersangkutan bukan anggota. Sebab yang bersangkutan kemarin sudah kami panggil untuk dimintai keterangan. Yang bersangkutan kooperatif. Setelah mengantar korban, yang bersangkutan sempat pulang ke Malang sebelum kami panggil,” ujar Kasatreskrim.

Sampai saat ini, pihaknya masih terus melakukan penyelidikan untuk mencari tahu penyebab kematian korban dengan melakukan autopsi terhadap korban. 

“Sampai saat ini, kami belum menetapkan tersangka. Kami masih menunggu hasil autopsi dari pihak rumah sakit tentang penyebab kematian korban,” pungkas Kasatreskrim.

Sumber lain menyatakan, bahwa setelah mengantarkan korban ke kos-kosannya AM, teman pacar korban tidak bisa lagi dihubungi. 

“Kekasihnya setelah mengantar korban ke kosannya AM, sampai saat ini tidak bisa dihubungi, aku IG nya juga di privat,” ujar JEF teman korban lainnya. (*)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru