BNN Kabupaten Malang Rehabilitasi Puluhan Pelajar, Didominasi Pecandu Pil Koplo

Sep 10, 2022 19:03
Petugas BNN Kabupaten Malang saat melakukan tes urine. (Foto : Ashaq Lupito / Jatim TIMES)
Petugas BNN Kabupaten Malang saat melakukan tes urine. (Foto : Ashaq Lupito / Jatim TIMES)

JATIMTIMES - Puluhan pelajar menjalani rehabilitasi di bawah naungan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Malang. Pelajar yang menjalani rehabilitasi tersebut mayoritas kecanduan obat-obatan terlarang jenis pil koplo.

"Saat ini ada sekitar 20 orang yang direhabilitasi oleh BNN Kabupaten Malang," kata Kasi Rehabilitasi BNN Kabupaten Malang, Mohammad Choirul kepada JatimTIMES.com.

Dari 20 peserta yang menjalani rehabilitasi, 10 di antaranya menjalani rehabilitasi program dari pemerintah. Sedangkan 10 orang lainnya menjalani rehabilitasi program mandiri yang diinisiasi  BNN Kabupaten Malang.

"Kita dapat jatah 10 (orang yang direhabilitasi), tapi di luar itu banyak program pemerintah lainnya terkait rehabilitasi. Jadi, saat ini ada 20 orang yang direhabilitasi, Sebanyak 10 dari program pemerintah melalui Kementerian Kesehatan. Sedangkan 10 lainnya adalah mandiri," jelasnya.

Mirisnya, ke-20 peserta yang menjalani rehabilitasi di bawah naungan BNN Kabupaten Malang masih berstatus pelajar usia belasan tahun. "Rata-rata masih didominasi anak-anak pelajar, antara umur SMP  dan SMA," terangnya.

Para pelajar yang sedang berjuang pulih dari kecanduan narkoba tersebut, masih menurut Choirul, mayoritas direhabilitasi lantaran kecanduan narkoba jenis obat-obatan terlarang. Yakni pil koplo atau pil double L dan sejenisnya.

"Kalau yang terbanyak (direhabilitasi) dari obat-obatan berbahaya, seperti pil koplo dan sebagainya. Tapi Sebagian kecil  direhabilitasi karena sabu," ungkapnya.

Guna memaksimalkan proses rehabilitasi, BNN Kabupaten Malang bekerja sama dengan beberapa pihak terkait. Diantaranya meliputi pondok pesantren (ponpes) hingga rumah sakit dan klinik kesehatan.

Namun demikian, 20 peserta yang menjalani rehabilitasi hingga  September 2022 mayoritas menjalani rawat jalan. "Dari hasil identifikasi, tingkat kecanduannya tidak parah. Jadi, kebanyakan menjalani rawat jalan. Tapi ada beberapa yang minta difasilitasi ke ponpes, ya kita fasilitasi, karena kita memang kerja sama dengan beberapa pihak terkait," kata Choirul.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru