Seorang Nenek di Malang Meninggal Lantaran Terperosok ke Jamban

Sep 09, 2022 19:58
Petugas gabungan saat mengevakuasi korban yang meninggal akibat terperosok ke dalam jamban. (Foto : PMI Kabupaten Malang for Jatim TIMES)
Petugas gabungan saat mengevakuasi korban yang meninggal akibat terperosok ke dalam jamban. (Foto : PMI Kabupaten Malang for Jatim TIMES)

JATIMTIMES - Kejadian naas menimpa Mutieh, warga Desa Karangsari, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang. Nenek 60 tahun itu  meninggal dunia lantaran terjebur ke dalam jamban yang ada di sekitar kediamannya, Jumat (9/9/2022).

"Iya betul, tadi kami mendapat laporan untuk mengevakuasi korban yang terjebur ke dalam jamban. Ketika dievakuasi, korban sudah dalam keadaan meninggal dunia," kata Sekretaris Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Malang Aprilijanto saat dikonfirmasi JatimTIMES.com.

Dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Bantur AKP Slamet Subagyo mengatakan, pihaknya mendapat laporan adanya salah satu warga yang terjebur ke dalam sumur septic tank pada pukul 07.00 WIB.

Mendapat laporan, personel gabungan dari Polsek Bantur, PMI Kabupaten Malang, Koramil 0818/12 Bantur, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, Puskesmas Wonokerto, perangkat desa beserta para relawan dan masyarakat sekitar langsung dikerahkan ke lokasi kejadian guna mengevakuasi korban.

"Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan petugas medis, kami tidak menemukan adanya tanda kekerasan di tubuh korban. Kejadian ini murni karena kecelakaan," ungkapnya.

Sementara itu, lanjut Slamet, berdasarkan keterangan saksi Saiful yang merupakan adik ipar korban, sekitar pukul 06.00 WIB korban ingin buang air besar (BAB).

"Sebelum buang hajat, saksi sempat menyapa korban. Namun tidak berselang lama, tiba-tiba saksi mendengar ada suara keras seperti orang sedang terjatuh," imbuhnya.

Mendengar  suara yang mencurigakan,  saksi langsung bergegas menuju sumber suara yang merupakan lokasi korban buang hajat.

"Ketika di cek, saksi mendapati lantai sumur (jamban, red) ambrol. Sedangkan Ibu Mutieh dalam posisi terperosok" sambungnya.

Dari keterangan yang dihimpun polisi, lokasi tempat meninggalnya korban merupakan sumur bekas yang sudah kering karena tidak lagi mengeluarkan sumber air. Lantaran pertimbangan itulah, keluarga korban menjadikan sumur yang memiliki kedalaman sekitar 35 meter dan diameter 65 sentimeter tersebut sebagai jamban.

"Pihak keluarga menolak  jasad korban diautopsi. Mereka mengaku menerima kejadian ini dan menganggap meninggalnya korban murni karena musibah," pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru