Diduga Ada Tindak Penggelapan dan Pencucian Uang, Anak Pendiri Grup Sinarmas Konsultasi ke Mabes Polri

Sep 09, 2022 12:13
Lawyer LQ Indonesia Adv Alvin Lim bersama Freddy Widjaja, anak dari Eka Tjipta Widjaja. (Foto: tangkapan layar Tik Tok @risdiantokamarullah01)
Lawyer LQ Indonesia Adv Alvin Lim bersama Freddy Widjaja, anak dari Eka Tjipta Widjaja. (Foto: tangkapan layar Tik Tok @risdiantokamarullah01)

JATIMTIMES - Freddy Widjaja, anak dari Eka Tjipta Widjaja atau pendiri Grup Sinarmas melakukan konsultasi ke Mabes Polri bersama Lawyer LQ Indonesia Adv Alvin Lim. Konsultasi dilakukan atas kasus penggelapan dan pencucian yang diduga dilakukan oleh PT Sinas Mas.

“Jadi kami ketemu bagian penyidik di bagian Direktorat Tindak Pidana Khusus untuk membuat semacam konsultasi kasus pencucian uang dan perusahaan-perusahaan PT Sinarmas. Diketahui PT Sinarmas ini bisa besar dan kaya diduga ada penggelapan dan pencucian uang,” ucap Alvin.

Mereka datang dengan membawa dokumen dan data lengkap, termasuk data ditemukannya penggelapan uang. Kemudian juga saham yang digelapkan melalui perusahaan di luar negeri untuk menghindari pajak.

“Jadi kami melakukan konsultasi bukan hanya kerugian negara, tetapi ada pajak triliunan yang gak dibayar dan ada penggelapan saham,” tambah Alvi.

Dugaan adanya penggelapan itu pertama diketahui akta lahir beberapa orang anak Eka Wijaya palsu atau tidak terdaftar di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil). Sebab dari Dispendukcapil mengeluarkan surat keterangan bahwa akta-akta lahir tersebut tidak terdaftar.

Diduga akta lahir palsu ini menjadi dasar dan modus dibuatnya akta notaris bawah tangan yang mengambil/m atau mentransfer hak saham milik (alm) Eka Tjipta Widjaja ke beberapa kakak tiri Freddy Widjaja. Di sinilah dugaan tindak pidana awal terjadi.

"Kerugian yang dialami klien kami kurang lebih ratusan triliun, belum lagi negara juga dirugikan atas kehilangan potensi pajak yang seharusnya dikumpulkan/diterima dari pajak penghasilan perorangan. Modus kelas tinggi ini biasa disebut dugaan tax evasion atau penghindaran pajak,” terang Alvi.

“Kita buktikan apakah Kapolri berani menegakkan hukum dan menindak, salah satu orang terkaya di Indonesia. Konon kabarnya ini salah satu dari 9 naga. Apakah hukum panglima, atau uang adalah panglima di negara ini, kita buktikan,” lanjut Alvin.

Kejahatan kerah putih dan modus pembuatan perusahaan cangkang (Shell Companies) di perusahaan yang dikenal sebagai Safe Haven seperti British Virgin Island, Cayman Island, dll sangat dipahami oleh Alvin Lim yang jabatan terakhir di Bank Amerika sebagai Vice President Commercial Banking.

“Jika Indonesia berani menindak oknum perusahaan Sinarmas, maka Indonesia bisa menjadi negara maju, karena kerugian negara dalam dugaan pencucian uang ini ratusan triliun rupiah. Terima kasih juga atas kerja keras Bareskrim Polri,” tutup Alvin.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru