BEM Malang Raya Penuhi Jalanan Depan DPRD Kota Malang, Tolak BBM Subsidi Naik

Sep 08, 2022 12:36
Ratusan mahasiswa dari BEM Malang Raya yang demo di depan DPRD Kota Malang (foto: Hendra Saputra/ JatimTIMES)
Ratusan mahasiswa dari BEM Malang Raya yang demo di depan DPRD Kota Malang (foto: Hendra Saputra/ JatimTIMES)

JATIMTIMES - Setelah HMI Cabang Malang dan PD KAMMI melakukan aksi demo menolak naiknya BBM bersubsidi, kini BEM Malang Raya juga melakukan hal yang sama. Mereka melakukan aksi demo pada Kamis (8/9/2022) di depan Balai Kota Malang dengan menyuarakan 6 tuntutan.

Pada rilis yang diterima media ini, BEM Malang Raya turun ke jalan dengan tema "Seruan Aksi!! Malang Raya Melawan". Aksi tersebut buntut pemerintah yang menaikkan harga BBM sejak Sabtu (3/9/2022) lalu.

Menurut koordinator BEM Malang Raya Zulkifli Nurfadhilla, keputusan kenaikan harga BBM bersubsidi pada 3 September 2022 oleh pemerintah memberikan dampak besar bagi masyarakat kalangan rendah dan menengah. Akibat yang ditimbulkan pun beragam, seperti inflasi ekonomi, lonjakan harga pokok lainnya dan kenaikan harga pada sekìtor riil lainnya menjadi potensi besarnya.

“Dalam Amanah UUD Republik Indonesia Tahun 1945 Pasal 27 ayat (2) dengan jelas menyatakan 'Bahwa setiap Warga Negara Indonesia berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan'. Sehingga memang pemerintah wajib memberikan subsidi kepada rakyatnya, khususnya terkait kebutuhan hidup rakyat, salah satunya yakni subsidi BBM yang menjadi penopang vital dalam kehidupan masyarakat sehari-hari,” seru Zulkifli.

“Karena sejatinya tugas pemerintah adalah untuk menyejahterahkan rakyat, bukannya mengeluh kepada rakyat apalagi mengorbankan rakyat,” imbuh Zulkifli.

Aksi BEM Malang Raya saat demo tolak BBM subsidi naik (foto: Hendra Saputra/JatimTIMES)

Lanjut Zulkifli, pemerintah perlu melakukan revisi aturan untuk menghentikan kebocoran BBM bersubsidi agar sesuai sasaran, bukannya dinikmati oleh industri skala besar, seperti pertambangan dan perkebunan besar. Atau menunda infrastruktur yang tidak terlalu menjadi prioritas.

“Pemerintah harus lebih memprioritaskan penanggulangan kemiskinan yang ekstrem, pemulihan dunia usaha, penanganan pengangguran, pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM), ketimbang memaksakan untuk melanjutkan pembangunan infrastruktur, dan proyek strategis nasional lainnya,” tutur Zulkifli.

Dari poin-poin substansi tersebut, BEM Malang Raya mengaku masih mempunyai kesadaran atas kedzaliman yang telah dilakukan oleh pemerintah pusat maupun daerah.

Oleh karena itu, BEM Malang Raya menyuarakan 6 pokok poin pada demo yang dilakukan hari ini

1. Menolak tegas kenaikan harga BBM subsidi
2. Mendesak pemerintah menerapkan kebijakan subsidi BBM yang tepat
3. Menolak pemberian dana BLT sebagai dalih kenaikan harga BBM
4. Menuntut pemerintah menstabilkan harga bahan- bahan pokok
5. Menuntut pemerintah untuk fokus melakukan pemulihan ekonomi dan kesejahteraan rakyat
6. Menuntut pemerintah untuk menunda proyek stategis nasional

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru