Malangtimes

Stres Bisa Picu Pria Mengaruk Mr. P, Ini Penjelasan Dokter Spesialis Kelamin

Sep 08, 2022 08:52
Ilustrasi mengaruk kelamin (Foto : Hello Sehat)
Ilustrasi mengaruk kelamin (Foto : Hello Sehat)

JATIMTIMES - Sebagian dari kita tentu pernah mengetahui seorang pria yang sering mengaruk kelaminnya tanpa sebab yang pasti. Namun, dari segi medis, hal itu ternyata bisa dialami oleh pria yang biasanya mengalami stres.

Merujuk pada postingan yang diunggah oleh Detikcom yang menyampaikan pernyataan dari dokter spesialis kulit dan kelamin, yakni Dr. dr. I Gusti Nyoman Darmaputra SpKK (K), FINSDV, FAADV, salah satu penyebab pria mengaruk kelaminnya meski tidak merasa gatal adalah faktor psikis.

"Sebenarnya hal ini (mengaruk kelamin) terjadi karena faktor psikis atau stres," kata dokter yang akrab disapa Darma yang disampaikan oleh Detikcom.

Secara umum, seseorang yang mengaruk kelaminnya meski tidak gatal tersebut sama seperti orang yang sedang kebingungan. Namun bedanya, jika kebanyakan orang mengaruk kepala, mereka yang punya kebiasaan buruk tersebut justru akan mengaruk kelaminnya.

"Sama seperti orang bingung yang garuk kepala, tapi kalau ini garuk kelamin," imbuhnya.

Jika kebiasaan buruk tersebut terus diulangi, tentunya dapat berbahaya bagi kesehatan. Diantaranya akan mengalami infeksi hingga gatal-gatal.

"Kalau sudah terbiasa seperti itu (mengaruk kelamin), alat kelaminnya akan gatal , kulitnya akan menjadi tebal, lecet, dan bahkan sampai infeksi," jelasnya.

Sederet dampak buruk bagi kesehatan yang diakibatkan karena sering mengaruk kelamin tersebut, juga bisa memicu terjadinya pembengkakan pada kulit. "Hal ini bahaya, bisa menyebabkan eksim," ucapnya.

Sekedar informasi, merujuk pada laman halodoc.com, eksim adalah istilah terkait gangguan pembengkakan yang terjadi pada kulit. Gangguan ini juga bisa disebut dengan dermatitis. Ketika mengalami eksim, akan terjadi reaksi alergi pada kulit yang dapat ditandai dengan timbulnya warna kemerahan, ruam, hingga rasa gatal yang tak tertahankan.

Lanjut Darma, kebiasaan mengaruk kelamin juga bisa terjadi pada anak-anak. Khususnya bocah yang masih berusia tiga hingga enam tahun. Hanya saja bedanya, kejadian tersebut tidak terlalu membahayakan dan masih bisa dianggap wajar jika tidak berlebihan.

"Kalau pada anak kecil umur tiga sampai enam tahun itu memang sudah fasenya. Karena memang ada sensasinya tapi tidak berbahaya," ulasnya.

Sebagai solusinya, Darma menyarankan kepada pria yang terbiasa mengaruk kelamin untuk berkonsultasi ke dokter. Terutama bagi mereka yang sudah mengalami eksim. "Solusi utamanya harus konseling ke dokter, dikasih obat dan yang paling penting berhenti mengaruk (kelamin)," pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru