Pelaksanaan BIAN Kota Malang Capai 98,15 Persen

Sep 06, 2022 12:37
Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang dr Husnul Muarif saat ditemui di Hotel Santika Malang, Selasa (23/8/2022)(Foto: Tubagus Achmad/JatimTIMES)
Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang dr Husnul Muarif saat ditemui di Hotel Santika Malang, Selasa (23/8/2022)(Foto: Tubagus Achmad/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Malang dr Husnul Muarif mengatakan, capaian pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) di Kota Malang saat ini telah mencapai 98,15 persen. 

Hal itu disampaikan Husnul usai menggelar rembuk stunting Kota Malang di Ijen Suites Resort and Convention Malang. Pihaknya menyebut, target capaian BIAN Kota Malang sebesar 98,15 persen berdasarkan data riil oleh Dinas Kesehatan Kota Malang. 

"Jadi kita punya target pendataan riil. Nah sekarang yang sudah dicapai 98,15 persen. Kalau kita berdasarkan pendataan proyeksi, itu perhitungan dari statistik, itu kita masih di angka 72,66 persen," ungkap Husnul kepada JatimTIMES.com. 

Meskipun sudah memenuhi target minimal dari Kementerian Kesehatan RI sebesar 95 persen, pihaknya mengatakan terus mendorong seluruh tenaga kesehatan berkolaborasi dengan berbagai komponen untuk mempercepat capaian pelaksanaan BIAN Kota Malang hingga 100 persen. 

Selain itu, pelaksanaan BIAN Kota Malang yang seharusnya selesai pada akhir Agustus 2022 diperpanjang hingga 13 September 2022. Perpanjangan pelaksanaan BIAN Kota Malang tersebut merupakan arahan dari nasional dan regional. 

Menurut Husnul, arahan untuk memperpanjang pelaksanaan BIAN hingga 13 September 2022 untuk menambah capaian BIAN di Kota Malang. Meskipun berdasarkan data riil Dinkes Kota Malang capaian BIAN Kota Malang sudah mencapai 98,15 persen, tetapi berdasarkan pendataan proyeksi masih mencapai 72,66 persen. 

"Karena belum 95 persen, maka diharapkan kabupaten/kota yang belum mencapai diharapkan bisa dicapai sebelum atau tanggal 13 itu tadi. Pencapaiannya kan minimal 95 persen. Sehingga nanti agar kita bisa bebas dari Campak dan Rubella," terang Husnul. 

"Kalau sudah sampai 100 persen, kita cari lagi pendataan. Mana yang masih belum untuk bisa memastikan yang di proyeksi mana sasarannya," imbuh Husnul. 

Sementara itu, untuk mempercepat capaian BIAN Kota Malang, Dinkes Kota Malang juga telah menggandeng berbagai elemen mulai dari tingkat kelurahan, RW, RT, hingga lembaga-lembaga lain. Mulai dari Posyandu, Puskesmas, Poskeskel, Rumah Sakit, klinik kesehatan, PAUD dan pos lain yang ditunjuk. 

"Jadi masyarakat yang masih punya balita 9 sampai 59 bulan yang masih belum diimunisasi dalam BIAN ini nanti diharapkan masuk pendataan. Nanti teman-teman akan turun ke rumah-rumah," tandas Husnul. 

Sebagai informasi, BIAN merupakan pemberian imunisasi tambahan Campak-Rubella serta melengkapi dosis imunisasi polio dan DPT-HB-Hib yang lewat. Manfaat BIAN sendiri dapat mencegah kesakitan dan kecacatan akibat campak, rubella, polio, difteri, pertusi (batuk rejan), hepatitis B, pneumonia (radang paru), serta meningitis (radang selaput otak). 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru