DPUPRPKP: 80 Persen Saluran Air Kota Malang Perlu Pengerukan 

Sep 06, 2022 12:24
DPUPRPKP Kota Malang melakukan pengerukan saluran air di Jalan Raya Langsep (Anggara/MalangTIMES)
DPUPRPKP Kota Malang melakukan pengerukan saluran air di Jalan Raya Langsep (Anggara/MalangTIMES)

JATIMTIMES - Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang, terus gencar melakukan normalisasi saluran drainase. Pasalnya, 80 persen saluran air di Kota Malang perlu pengerukan.

"Banyak titik (yang perlu pengerukan) sekita 80 persen saluran di Kota Malang," ungka Plt Kepala DPUPRPKP Kota Malang, Diah Ayu Kusuma Dewi saat mendampingi Wali Kota Malang, Sutiaji melakukan kegiatan pengerukan saluran air di kawasan Jalan Raya Langsep, Kelurahan Pisang Candi, Kecamatan Sukun Kota Malang, (6/9/2022).

2

Lebih lanjut, Diah menjelaskan, 80 persen saluran yang perlu dilakukan pengerukan itu tersebar di semua kecamatan yang ada di Kota Malang. Namun, di Kecamatan Lowokwaru lebih banyak mendominasi saluran air yang diperlukan untuk dilakukan pengerukan.

"Kalau di Lowokwaru terutama aliran yang dari kawasan Soekarno Hatta, masuk ke Jalan Letjend Sutoyo maupun ke Letjend S Parman itulah yang harus ditangani " jelasnya.

Penanganan itu diperlukan agar kawasan tersebut tidak mengalami genangan air. Pada saluran air di kawasan tersebut, banyak terjadi sendimentasi maupun saluran yang menyempit. 

Selain itu, disampaikan Diah, saluran yang digunakan merupakan konsep saluran irigasi yang digunakan sebagai saluran drainase. Oleh sebab itu, kapasitas daya tampung air pun juga berbeda. 

"Semakin banyak bangunan, semakin banyak buangan juga. Kegiatan pengerukan terus dilakukan," tutur Diah.

1

Wali Kota Malang, Sutiaji menambahkan hal yang senada. Sistem yang digunakan memang bukan sistem drainase. Melainkan sistem irigasi, yang ini juga semakin menyempit. Dia menegaskan, Pemkot terus berkomitmen dalam penanganan banjir. 

"Kalau kita komitmen dengan masterplan yang saat ini sudah finalisasi 2022 ini. Nanti tahun 2023 wilayah mana yang kita selesaikan. Insya Allah tahun 2028 kita sudah clear," pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru