Ketua DPRD Kota Malang Setuju Jika Ada Aksi Demo Besar-besaran Tolak Kenaikan Harga BBM, Tapi...

Sep 05, 2022 18:58
Perwakilan anggota DPRD Kota Malang saat menemui massa aksi demo, Senin (5/9/2022) (foto: Hendra Saputra/JatimTIMES)
Perwakilan anggota DPRD Kota Malang saat menemui massa aksi demo, Senin (5/9/2022) (foto: Hendra Saputra/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Demo menolak naiknya BBM bersubsidi yang dilakukan HMI Cabang Malang dan PD KAMMI Malang Senin (5/9/2022) didepan Gedung DPRD Kota Malang usai digelar. Namun nampaknya demo akan kembali digelar ketika tuntutan tersebut tak mendapatkan jawaban konkret.

Dalam aksi demo yang dilakukan, Ketua HMI Cabang Malang La Rian Hidayat mengatakan bahwa pihaknya memberi waktu 3x24 jam agar pemerintah menurunkan BBM bersubsidi seperti semula.

Jika memang tuntutan utama tersebut tidak mendapat jawaban atau bukti nyata, maka pihaknya mengaku akan menggandeng aliansi lain dan masyarakat. Yakni dengan menggelar demo besar-besaran di depan Gedung DPRD Kota Malang.

“Kami akan terus berjuang sampai harga BBM turun. Jika tidak diturunkan dalam waktu 3 x 24 jam, maka kita dari elemen HMI akan mengadakan aksi kembali dengan menggandeng pihak lain yang memiliki kepentingan yang sama,” ujar La Rian, Senin (5/9/2022).

Mendengar hal tersebut, Ketua DPRD Kota Malang, I Made Rian Diana Kartika merestui jika memang ada aksi demo lagi saat mengetahui harga BBM bersubsidi belum turun. Menurutnya, hal itu memang bagian dari demokrasi.

“Soal aksi massa yang besar nanti, karena ini demokrasi ya silahkan. Kapasitas kami pun sebatas menerima dan meneruskan,” ungkap Made saat ditemui usai demo.

Dijelaskan Made, naiknya harga BBM bersubsidi bukanlah keputusan dari DPRD Kota Malang. Karena dalam hal ini, pihaknya yang menerima aspirasi dari mahasiswa di Kota Malang, tentunya akan menyampaikan hal itu kepada pemerintah pusat atau DPR RI.

“Ini keputusan tingkat dewa. Kami meyakini tidak ada satu pemerintah pun yang akan mencelakakan warganya,” tegas Made.

“Kami juga mendukung tugas TNI Polri agar Malang ini aman, nyaman dan tidak terjadi gesekan,” imbuh Made.

Hingga saat ini, Made mengaku sama sekali belum mendengar ada masyarakat yang menyetujui harga BBM bersubsidi naik. Bahkan sebelum demo, pihaknya juga telah menerima aspirasi dari perwakilan ojek online yang juga menolak harga BBM bersubsidi naik.

“Kita gak pernah mendengar dari masyarakat yang menerima kenaikan BBM ini. Kita kan sebatas perwakilan masyarakat, jadi saya sampaikan kalau memang menolak,” tutur Made.

Made pun menyetujui jika memang ada aksi besar-besaran. Karena menurutnya, aksi tersebut adalah suara dari masyarakat. Tapi ia meminta agar aksi dilakukan secara kondusif, sehingga esensi mengemukakan aksi dapat ditelaah dengan baik dan diterima.

“Apapun yang dilakukan, kita harus siap (menerima aspirasi masyarakat),” tandas Made.

Sebagai informasi, kenaikan harga BBM ini terjadi sejak Sabtu (3/9/2022) yang disampaikan langsung oleh Menteri ESDM, Arifin Tasrif di hadapan Presiden RI Joko Widodo.

Harga BBM bersubsidi yang mengalami kenaikan diantaranya, Pertalite yang awalnya Rp 7.600 per liter menjadi Rp 10 ribu per liter. Kemudian, Solar yang awalnya Rp 5 ribu menjadi Rp 6.800 dan Pertamax yang awalnya Rp 12.500 menjadi Rp 14.500 per liter.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru