Malangtimes

Kolaborasi Mahasiswa UB Hasilkan Inovasi Alat Deteksi Kanker Rongga Mulut

Sep 05, 2022 17:28
Alat Deteksi Kanker Rongga Mulut kolaborasi dari Mahasiswa Kedokteran Gigi dan Teknik UB (Ist)
Alat Deteksi Kanker Rongga Mulut kolaborasi dari Mahasiswa Kedokteran Gigi dan Teknik UB (Ist)

JATIMTIMES - Mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) dan mahasiswa dari Fakultas Teknik (FT) UB, membuat sebuah inovasi yang bermanfaat dalam dunia medis. Mereka membuat alat deteksi dini kanker rongga mulut. 

Alat tersebut memanfaatkan metode fluorescence visualization terintegrasi IOT dan dilengkapi sterilisator ozone plasma bernama Telesphorus.

Tim mahasiswa yang membuat inovasi alat pendeteksi kanker rongga mulut ini terdiri dari Imelia Arifatus Sani (FKG), Oliresianela (FKG), Jeremy Kartika Soeryono (FKG), I Made Ananta Wiragunawan (FT) dan Mochammad Rofi Sanjaya (FT), serta dibimbing oleh dr Thareq Barasabha, MT yang merupakan dosen teknobiomedik.

Imelia Arifatus Sani, ketua tim mahasiswa menyampaikan, alat ini dibuat karena kasus kanker rongga mulut cukup tinggi di Indonesia. Dari data yang dihimpun, dalam rentang waktu 2015 hingga 2020 mencapai 14.197 kasus. Bahkan, kasus kanker rongga mulut itu telah menyebabkan kematian mencapai 3.087 orang.

Lebih lanjut dijelaskan, keterlambatan penanganan kanker rongga mulut menjadi salah satu fatalitas. Hal ini disebabkan karena pada stadium awal, gejala kanker tidak terlihat dan cenderung diabaikan oleh masyarakat.

"Padahal, screening kanker rongga mulut sejak dini dapat menurunkan angka mortalitas hingga 80-90 persen," tambah salah satu anggota tim, Oliresianela.

Mochammad Rofi Sanjaya, anggota tim menambahkan, proyek ini dimulai sejak Juni 2022. Adanya inovasi alat deteksi dini kanker rongga mulut ini, diharapkan dapat memberikan prognosis yang baik bagi pasien yang terkonfirmasi kanker rongga mulut sejak awal.

"Kami berharap inovasi ini dapat membantu screening dini kanker rongga mulut sehingga mampu meningkatkan kelangsungan hidup pasien," ujarnya.

Terdapat dua sistem pada alat pendeteksi kanker rongga mulut ini, yakni sistem deteksi dan sistem sterilisasi. Setelah alat digunakan, alat dilakukan disterilisasi dengan menggunakan sistem sterilisasi sehingga tidak terjadi kontaminasi silang antarpasien.

Alat ini juga dilengkapi sistem cerdas yang mampu menyimpan data hasil screening untuk dikirimkan ke dokter gigi spesialis, sehingga memperoleh pemeriksaan lebih lanjut dan diagnosis utama.

"Dengan berbasis teledentistry, alat ini mampu menyimpan hasil screening melalui sistem cerdas, selanjutnya dapat dikirimkan ke dokter gigi spesialis," imbuh anggota tim lainnya, yakni Jeremy.

Inovasi ini juga diharapkan mampu mengatasi jumlah dokter gigi spesialis yang terbatas di beberapa daerah di Indonesia seperti Gorontalo, NTT, dan Maluku Utara, bahkan nihil di Papua Barat. Sehingga, meskipun terbatas jarak, masyarakat tetap bisa memanfaatkan pelayanan dan konsultasi dengan dokter.

Selian itu, alat ini juga memiliki keunggulan mudah digunakan, dengan konsumsi daya yang rendah; hasil pemeriksaan akurat dan mudah dibawa ke berbagai tempat karena alat ini berdesain portable.

1

Sementara itu, berkat inovasinya ini, para mahasiswa juga berhasil memperoleh pendanaan dalam ajang Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2022 bidang Karsa Cipta yang diselenggarakan oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementrian Pendidikan Kebudayaan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru