Respon Keluhan Peternak Terdampak PMK, Bupati Malang: Segera KIta Bahas Kredit Lunak Ternak

Sep 04, 2022 19:07
Siswanto saat memeriksa kondisi ternak sapinya, berharap ada kredit anakan sapi.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).
Siswanto saat memeriksa kondisi ternak sapinya, berharap ada kredit anakan sapi.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

JATIMTIMES - Bupati Malang HM. Sanusi merespon keluhan sejumlah peternak Pujon yang terdampak mewabahnya penyakit mulut dan kuku (PMK). Terutama bagi peternak yang sapinya mati karena terpapar PMK. 

Sebagian peternak berharap pemerintah bisa memberi bantuan berupa skema pinjaman kredit lunak untuk membeli anakan sapi. Menjawab keluhan tersebut, Sanusi mengatakan akan segera membahasnya dengan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Kabupaten Malang. 

"Iya nanti akan kita (bahas) dan ajukan ke Dinas Koperasi, lalu diajukan ke Kementerian Koperasi," ujar Sanusi singkat. 

Secara teknis dia belum menjelaskan, hanya saja menurutnya, kemungkinan akan difasilitasi melalui perbankan. Mekanisme kredit untuk membeli sapi atau anakan sapi dirasa menjadi salah satu bantuan yang diperlukan oleh peternak. Apalagi jika kredit tersebut dilakukan secara lunak.

Salah satunya hal tersebut dirasakan oleh peternak asal Dusun Jurangrejo, Desa Pandesari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Siswanto (54). Siswanto mengaku butuh bantuan berupa kredit sapi untuk membeli sapi anakan. 

Hal tersebut dirasa paling memungkinkan untuk membantunya bangkit dari PMK. Sebab akibat PMK sebanyak 9 sapinya mati, sedangkan sehari-harinya ia juga mengandalkan hasil perahan susu sebagai penghasilannya.

Terlebih ia mengaku tidak berharap banyak pada rencana pemerintah yang akan memberikan bantuan. Baik berupa bantuan obat ataupun bantuan ganti rugi sapi mati yang sempat diwacanakan oleh pemerintah. 

"Ya saya tidak mau berharap yang tidak pasti. Lha wong untuk mengobati saja, saya lebih banyak mengeluarkan uang pribadi. Dari pemerintah ada suntikan antibiotik, tapi ya ndak tahu berdampak apa enggak, buktinya masih ada sapi (saya) yang mati," terang Siswanto. 

Apalagi, jika mengacu pada rencana ganti rugi sapi mati tersebut, kemungkinan Siswanto juga tidak akan mendapatkannya. Sebab, rencananya yang bakal mendapat bantuan itu adalah peternak gurem atau yang jumlah ternaknya di bawah 3 ekor. 

"Ya kredit sapi yang sifatnya lunak itu saja. Ada juga satu industri susu yang menawarkan kreditnya dalam bentuk sapi anakan. Nanti pengembaliannya anakan sapi juga. Tapi dua ekor. Jadi kan enak, kita hanya tinggal merawat saja setiap bulan," jelas Siswanto.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru