Malangtimes

Penyakit Jantung Duduki Peringkat Dua, Ini Langkah Pencegahan Pemkab Malang

Sep 04, 2022 18:30
Plt Kepala Dinkes Kabupaten Malang, Mursyidah.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).
Plt Kepala Dinkes Kabupaten Malang, Mursyidah.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

JATIMTIMES  - Penyakit jantung menjadi kasus penyakit ertinggi di Kabupaten Malang. Sedangkan kasus tertinggi ditempati penyakit hipertensi atau darah tinggi.  Keduanya berada dalam golongan penyakit tidak menular (PTM). 

Dalam hal ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) telah menjadikan dua penyakit itu sebagai atensi. Berbagai upaya telah dilakukan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang. Salah satunya melalui Smart Health yang sudah berjalan dan diterapkan di beberapa wilayah. 

"Smart Health sudah jalan. Ke depan akan kami tingkatkan terus. Dengan melakukan olahraga ringan serta kerja sama dengan beberapa elemen, sehingga promosi dan preventif terkait dengan jantung bisa teratasi sampai daerah pinggiran," ujar Plt Kepala Dinkes Kabupaten Malang Mursyidah. 

Selain itu, Dinkes melakukan pemeriksaan terhadap penderita penyakit tidak menular setiap hari. Khususnya pemeriksaan itu dilakukan melalui Pos Binaan Terpadu (Posbindu) PTM Kabupaten Malang. 

"Setiap hari di Posbindu, dilakukan pemeriksaan tekanan darah tinggi, diabet, kolesterol. Itu dilakukan di seluruh wilayah Kabupaten Malang. Sehingga deteksi awal bisa terjaring dengan baik," tambah Mursyidah.

Untuk itu,  mengingat penyakit jantung  menjadi kasus tertinggi kedua, pola hidup sehat dinilai menjadi salah satu pencegahnya. Apalagi, kendati tak menular, kasus penyakit jantung hampir merata di seluruh wilayah Kabupaten Malang. 

"Langkah antisipasinya hanya menerapkan pola hidup sehat.  Mulai dari rutin berolahraga dan makan-makanan sehat," terang Mursyidah. 

Selain itu, saat ini Bupati Malang HM. Sanusu tengah dalam upaya untuk melengkapi fasilitas dalam pelayanan penyakit jantung. Sejumlah alat dan laboratorium juga telah dibeli dan sedang dibangun. 

Saat ini, upaya tersebut masih dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kanjuruhan. Dan jika sudah rampung, pekerjaan akan dilanjutkan di RSUD Lawang. 

"Paling tidak bulan November sudah bisa melayani pasang ring jantung. Setelah (RSUD) Kanjuruhan, nanti akan dilanjutkan ke RSUD Lawang," ujar Sanusi. 

Ke depannya,  Pemkab Malang memang berencana untuk membangun rumah sakit (RS) khusus jantung. Namun, pembangunan RS khusus jantung belum dipastikan karena biaya yang diperlukan juga relatif sangat besar. 

"Butuhnya sekitar Rp 400 iliar. Itu untuk tempatnya saja. Tapi untuk alatnya kemarin ada yang Rp 26 miliar," pungkas Sanusi. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru