Pasca-Dihantam PMK, Ratusan Sapi di Malang Barat Terkena Luka Borok

Sep 01, 2022 08:12
Sapi di Kecamatan Pujon yang terdapat luka terbuka di sekitar bagian paha.(Foto: Istimewa).
Sapi di Kecamatan Pujon yang terdapat luka terbuka di sekitar bagian paha.(Foto: Istimewa).

JATIMTIMES - Sektor peternakan di Kabupaten Malang seperti memang tengah diuji. Pasalnya setelah selama beberapa bulan dihantam mewabahnya penyakit mulut dan kuku (PMK), ratusan ternak di wilayah Pujon, Ngantang dan Kasembon banyak yang terkena luka hingga memborok.

Di sisi lain, dampak dari mewabahnya PMK sendiri masih dirasakan. Terutama bagi peternak yang sapinya mati. Sedangkan peternak yang sapinya baru sembuh dari PMK, masih harus menjalani pemulihan. 

Namun nyatanya, saat pada masa pemulihan usai terpapar PMK, ada sejumlah sapi yang masih terkena luka hingga memborok. Hal itu disampaikan oleh salah satu warga Desa Bendosari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, M. Khoirun. 

"Sapi yang kena borok semenjak, awalnya PMK, nah itu selesai langsung efeknya muncul borok. Habis terkena PMK muncul borok. Itu rata-rata muncul di tempong (paha sapi) nya," ujar Khoirun, pria yang juga Anggota DPRD Kabupaten Malang Fraksi Golkar ini. 

Dari pantauannya, kondisi tersebut terjadi sejak dulu awal muncul PMK hingga saat ini. Namun menurutnya, hal tersebut tidak berhubungan dengan vaksinasi PMK yang disuntikkan ke ternak sapi. 

"Jadi sapi yang memborok itu sesaat setelah terkena PMK. Jadi sapi itu memborok sudah sejak sebelum vaksin. Mulai sebelum vaksin, bukan terkait masalah vaksinnya," terang Khoirun. 

Kondisi tersebut ia rasa cukup memukul masyarakat yang berternak sapi. Terutama yang ekonominya, mengandalkan hasil perahan susu sapi. Sebab, hasil perahan susu sapi belum dapat optimal akibat kondisi seperti itu. 

"Sapinya sudah bisa memproduksi susu tapi (jumlahnya) berkurang dan belum optimal," terang Khoirun. Menurutnya, jika kondisi luka yang memborok tersebut tak segera mendapat penanganan yang tepat, akan berdampak pada turunnya ketahanan tubuh ternak. 

"Bahasanya peternak itu ambruk. Ada juga yang sampai mati," jelas dia. 

Saat ini, dirinya bersama sejumlah peternak yang mau menjadi relawan sedang melakukan upaya pengobatan gratis. Sedangkan obat yang diberikan merupakan hasil racikannya. Yang berbahan tradisional dan bahan kimia. 

Ia tak bisa menyebutkan ada berapa banyak sapi yang terkena luka tersebut. Namun menurutnya, ada sekitar 500 peternak dengan jumlah sapi yang diperkirakan mencapai 1.000 ekor yang telah ia lakukan pengobatan. 

"Kalau peternaknya ada 500 an, mungkin jumlah sapinya antara 500 (ekor) sampai 1.000 an," pungkas Khoirun. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru