Pemasang Reklame tanpa Izin "Say Yes To Alcohol" Dijatuhi Denda Rp 10 Juta

Aug 31, 2022 18:12
Ketua Majelis Hakim Yuli Atmaningsih (tengah) saat memimpin jalannya persidangan tindak pidana ringan terkait perizinan pemasangan reklame di Jalan Semeru, Kota Malang dengan terdakwa atas nama Suharto (47) di Hall Mini Block Office Kota Malang, Rabu (31/8/2022). (Foto: Tubagus Achmad/JatimTIMES) 
Ketua Majelis Hakim Yuli Atmaningsih (tengah) saat memimpin jalannya persidangan tindak pidana ringan terkait perizinan pemasangan reklame di Jalan Semeru, Kota Malang dengan terdakwa atas nama Suharto (47) di Hall Mini Block Office Kota Malang, Rabu (31/8/2022). (Foto: Tubagus Achmad/JatimTIMES) 

JATIMTIMES - Polemik reklame tanpa izin terkait acara "Womens Day Private Party" yang digelar oleh Twenty KTV and Bar dengan muatan kata-kata "Say No To Drugs, Say Yes To Alcohol" bagi wanita dewasa berusia di atas 18 tahun, dinyatakan bersalah oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Malang Kelas IA. Akibat perbuatan itu, Suharto pemilik reklame Twenty KTV dan Bar diganjar denda sebesar Rp 10 juta. 

Keputusan itu dibacakan dalam sidang tindak pidana ringan (tipiring), Rabu (31/8/2022). 

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Malang Kelas IA yang diketuai oleh Yuli Atmaningsih dengan panitera Anny Mardiyah memutuskan bahwa Suharto selaku pemilik reklame tersebut membayar denda sebesar Rp 10 juta atau kurungan penjara selama 10 hari. 

"Cukup alasan dijatuhi pidana berupa pidana denda sejumlah Rp 9.999.000 dan biaya perkara sebesar seribu rupiah, jadi seluruhnya Rp 10 juta. Dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dapat dibayarkan akan diganti dengan pidana kurungan selama 10 hari," ucap Ketua Majelis Hakim Yuli Atmaningsih, Rabu (31/8/2022). 

Pihaknya pun membeberkan sejumlah alasan terkait penjatuhan hukuman pidana denda Rp 10 juta atau kurungan penjara 10 hari kepada Suharto. Yakni mengenai pelanggaran terkait Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2006 tentang Penyelenggaraan Reklame. 

Selain itu, pihaknya juga telah menimbang dari keterangan dua saksi dari unsur Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Malang bernama Munif dan Desiyana, serta pihak terdakwa dalam hal ini Suharto membenarkan dan mengaku bahwa pemasangan reklame di Jalan Semeru tersebut tidak memiliki izin. 

Pasalnya, untuk tiang reklame yang berada di Jalan Semeru dengan isi konten reklame bertajuk "Say No To Drugs, Say To Alcohol" tersebut tidak memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Berdasarkan bukti-bukti berkas yang dihadirkan dalam persidangan tipiring, IMB tiang reklame tersebut berakhir pada 26 April 2022 lalu. 

"Selanjutnya, selain itu ternyata isi dari reklame itu sangat meresahkan warga oleh karena isinya bertentangan dengan norma agama maupun norma masyarakat juga ketentuan perundang-undangan," tegas Yuli. 

Terdakwa.

Sehingga, dengan dua alasan tersebut Majelis Hakim menyatakan bahwa terdakwa Suharto telah terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan tindak pidana pelanggaran penyelenggaraan reklame sebagaimana diatur dalam Pasal 17 ayat 1 Perda Nomor 4 Tahun 2006 tentang Penyelenggaraan Reklame. 

Menurutnya, kenapa hukuman pidana bagi Suharto berbeda dengan para pelanggar yang telah menjalani sidang tipiring pada hari ini Rabu (31/8/2022), karena menurutnya hukuman tersebut juga selaras dengan dampak terhadap isi pada reklame yang sempat terpasang di tiang reklame milik Suharto. 

"Kenapa agak berbeda ? Karena memang dampaknya dan isinya. Isinya dari reklame sangat meresahkan warga karena bertentangan dengan norma di masyarakat," terang Yuli. 

Sementara itu, Suharto dengan mengenakan topi biru dongker, jaket biru tua, celana cokelat serta membawa tas ini mengakui bahwa reklame beserta tiang reklame tidak memiliki izin. 

Ketika ditegaskan oleh Majelis Hakim apakah terdakwa Suharto menerima putusan Majelis Hakim, dirinya menerima. "Siap saya terima," ucap Suharto. 

Lebih lanjut ketika dikonfirmasi lebih lanjut perihal tanggapan mengenai putusan Majelis Hakim yang menjatuhi Suharto dengan hukuman pidana denda sebesar Rp 10 juta, dirinya berjalan cepat keluar dari ruangan tanpa memberikan tanggapan kepada rekan-rekan awak media. 

"Nggak ada tanggapan. Saya ditunggu kejaksaan (untuk pembayaran denda sidang tipiring)," tutup Suharto. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru