Pemkot Malang Optimis Penataan Pedestrian Alun-alun Tugu dapat Terealisasi Tahun 2022

Aug 30, 2022 07:46
Tampak tembok pagar Alun-alun Tugu Kota Malang yang dalam tahun 2022 ini akan segera dibongkar, Kamis (9/6/2022). (Foto: Tubagus Achmad/ JatimTIMES) 
Tampak tembok pagar Alun-alun Tugu Kota Malang yang dalam tahun 2022 ini akan segera dibongkar, Kamis (9/6/2022). (Foto: Tubagus Achmad/ JatimTIMES) 

JATIMTIMES - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang optimis penataan pedestrian atau tempat pejalan kaki di sekeliling Alun-alun Tugu Kota Malang dapat terealisasi pada tahun 2022 ini. 

Hal itu disampaikan Wali Kota Malang Sutiaji dalam rapat paripurna bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Malang tentang perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Malang Tahun Anggaran 2022. 

"Iya (penataan pedestrian Alun-alun Tugu Kota Malang bisa terealisasi tahun 2022), catatannya tinggal kapan bisa (terlaksana) dan menunggu hitung-hitungan dari teman-teman DPRD," ungkap Sutiaji kepada JatimTIMES.com. 

Orang nomor satu di lingkungan Pemkot Malang ini menjelaskan, sebenarnya jika tidak terdapat catatan dari DPRD Kota Malang mengenai realisasi penataan pedestrian Alun-alun Tugu Kota Malang, maka seharusnya sudah dilaksanakan proses lelang. 

"Tapi karena ada catatan DPRD dan DPRD kemarin juga yakin nggak sih ini bisa dilaksanakan. Jadi yang diubah," terang Sutiaji. 

Pasalnya, dengan waktu tahun anggaran yang hanya terisa sekitar empat bulan ini, DPRD Kota Malang sempat pesimis dengan penataan Alun-alun Tugu Kota Malang dapat terealisasi sesuai target dan ketentuan peraturan yang berlaku. 

Terlebih lagi, Sutiaji juga menyadari bahwa dari pihak Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum, Penaatan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) belum memberikan penjelasan secara rinci terkait penataan Alun-alun Tugu Kota Malang. 

"Sesungguhnya kalau kemarin DPUPRPKP sudah menjelaskan duluan (terkait penataan Alun-alun Tugu Kota Malang), kemarin kan karena belum menjelaskan ya, DPRD khawatir saja tidak bisa (terealisasi)," ujar Sutiaji. 

Selain itu, Sutiaji juga berkaca dengan pembangunan pedestrian di kawasan zona tiga Kayutangan Heritage yang terletak di Jalan Jenderal Basuki Rahmat yang terbilang cepat dan sesuai rencana awal, maka untuk penataan pedestrian Alun-alun Tugu Kota Malang pihaknya juga meyakini dapat terealisasi sesuai target dan rencana awal. 

"Karena saya lihat di Kayutangan ini kan cepat selesai. Saya yakinkan insya allaah bisa jadi," tutur Sutiaji. 

Sutiaji dan I Made Riandiana Kartika.

Pihaknya juga mengatakan, bahwa keinginan dari Pemkot Malang untuk segera merealisasikan penataan pedestrian Alun-alun Tugu Kota Malang ini untuk mengintegrasikan kawasan tersebut dengan Kayutangan Heritage. 

Pasalnya, pada akhir November 2022, pembangunan dan penataan pedestrian di zona tiga Kayutangan Heritage ditarget selesai. Saat ini pun dalam pantauan JatimTIMES.com, pembangunan pedestrian zona tiga Kayutangan Heritage menunjukkan progres pembangunan yang signifikan. 

"Harapannya alun-alun ini bisa menjadi satu kesatuan dengan Kayutangan, alun-alun ini heritage ya, sampai ke stasiun," imbuh Sutiaji. 

Sementara itu, merespons penjelasan Wali Kota Sutiaji, Ketua DPRD Kota Malang I Made Riandiana Kartika mengatakan, pihaknya akan menunggu terlebih dahulu penjelasan dari DPUPRPKP terkait rencana detail penataan Alun-alun Tugu Kota Malang. 

"Kami akan memanggil secara khusus DPUPRPKP untuk memberikan paparan terkait dengan rencana pembangunan Alun-alun Tugu," tutur Made. 

Politisi PDI Perjuangan ini mengatakan, jajaran DPRD Kota Malang sempat pesimis dengan rencana penataan dan pembangunan pedestrian Alun-alun Tugu Kota Malang yang waktunya terlalu sempit. 

"Kami hanya sangsi masalah waktu dan aturannya saja, apakah itu memungkinkan pembangunan dilaksanakan. Karena ini sentralnya Kota Malang jangan sampai hasilnya malah tidak lebih bagus dari pada yang sekarang. Itu saja kekhawatiran kami," tandas Made. 

Sebagai informasi, penataan Alun-alun Tugu Kota Malang ini pada rencana awal akan dilakukan dalam dua tahap dengan anggaran total Rp 3,6 miliar. Di mana untuk tahap pertama penataan pedestrian dan jogging track membutuhkan anggaran sekitar Rp 1,5 miliar, kemudian untuk tahap dua di tahun 2023 akan dilakukan penataan area dalam Alun-alun Tugu Kota Malang dengan anggaran Rp 2,1 miliar. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru