Berkat Sanitary Landfill, Timbunan Sampah di TPA Supit Urang Berkurang 50 Ton per Hari

Aug 29, 2022 19:28
Timbunan sampah yang diolah dengan sistem sanitary landfill (foto: UPT TPA Supit Urang for JatimTIMES)
Timbunan sampah yang diolah dengan sistem sanitary landfill (foto: UPT TPA Supit Urang for JatimTIMES)

JATIMTIMES - Sanitary landfill atau sistem pemusnahan sampah yang dilakukan dengan cara menimbun sampah dengan tanah yang ditimbun selapis demi selapis telah berjalan di Kota Malang. Sistem ini mengurangi timbunan sampah di TPA Supit Urang mencapai 50 ton per hari.

Kepala UPT TPA Supit Urang Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang Syarif Hidayat mengatakan, sanitary landfill sangat membantu untuk mengurangi timbunan sampah. Karena seperti diketahui, timbunan sampah di TPA telah menggunung.

“(Dengan adanya sanitary landfill) timbunan sampah di TPA berkurang mencapai 50 ton per hari,” kata Syarif kepada JatimTIMES, Senin (29/8/2022).

Sebagai informasi, sistem sanitary landfill telah berjalan di Kota Malang sejak 2021 lalu. Tepatnya, sistem tersebut telah efektif berjalan di bulan November. “Efektifnya mulai berjalan di bulan akhir November 2021,” ucap Syarif.

Secara teknis, Syarif menyebut sistem sanitary landfill cukup mengurangi timbunan sampah. Karena sampah yang menggunung itu disorting sebanyak 35 ton per hari. “Sejauh ini kami melakukan pengurangan timbunan sampah ke landfill dengan kegiatan menyorting sebanyak 35 ton per hari dan pembuatan kompos sebanyak 15 ton per hari,” jelas Syarif.

Dalam prosesnya, residu yang dihasilkan kemudian dibuang ke landfill. Hasilnya, air lindi dari sampah tersebut dikelola kembali. “Residunya dibuang ke landfill serta air lindi yang ada kami kelola dengan metode membrane bioreaktor,” ungkap Syarif yang juga menjelaskan bahwa di TPA Supit Urang juga dilakukan pembudidayaan magot.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru