Komplotan Pencopet Spesialis Suporter Bola Diringkus Polres Malang, 5 Tersangka Berhasil Diamankan

Aug 29, 2022 19:09
Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat (pegang mikrofon) saat sesi rilis tersangka komplotan pencopetan spesialis suporter sepak bola (Foto : Ashaq Lupito / JatimTIMES)
Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat (pegang mikrofon) saat sesi rilis tersangka komplotan pencopetan spesialis suporter sepak bola (Foto : Ashaq Lupito / JatimTIMES)

JATIMTIMES - Komplotan copet spesialis suporter sepak bola berhasil diringkus jajaran kepolisian Polres Malang. Diketahui, komplotan pencopet yang beranggotakan 5 orang ini, terakhir kali melancarkan aksinya saat laga Arema Fc kontra Persija Jakarta di Stadion Kanjuruhan, Minggu (28/8/2022) kemarin malam.

Ketika sesi rilis berlangsung, Senin (29/8/2022), Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat menyebutkan, jika empat dari kelima anggota komplotan pencopet tersebut merupakan warga Kota Malang. Mereka adalah Dendi KW (22), Adin alias Ciwok (23), M Yusuf (23), dan tersangka di bawah umur berinisial TN (15).

"Keempat tersangka ini merupakan pelaku pencopetan. Sedangkan satu tersangka lainnya yang juga berhasil kami amankan ini bertindak sebagai penadah," jelas Ferli saat menggelar sesi rilis di halaman loby Polres Malang, Senin (29/8/2022).

Satu orang tersangka yang bertindak sebagi penadah tersebut, dijelaskan Ferli, bernama Nur Sodiq (47) warga Kelurahan Ardirejo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang.

"Tersangka kami jerat dengan Pasal 363 KUHP atau Pasal 362 KUHP, tentang tindak pidana pencurian dengan pemberatan atau pencurian. Sedangkan untuk tersangka yang bertindak sebagai penadah kami kenakan Pasal 480 KUHP, tentang tindak pidana penadahan. Ancamannya hukuman penjara selama-lamanya tujuh tahun, dan empat tahun (bagi tersangka penadahan)," tegas Ferli.

Dari tangan tersangka, lanjut Ferli, petugas berhasil mengamankan total 14 handphone, dua unit sepeda motor yang dijadikan sarana dalam melancarkan aksi pencurian, dan uang tunai hasil penjualan barang curian sebesar Rp 3.750.000. Dari 14 handphone yang berhasil diamankan tersebut, satu diantaranya merupakan sarana untuk bertransaksi antara pelaku pencopetan dengan penadah.

"Saat ini kasusnya masih terus kami lakukan pendalaman dan penyidikan lebih lanjut, karena kami antisipasi jika masih ada tersangka lainnya. Jadi masih perlu dikembangkan lagi," ucap Ferli.

Berdasarkan hasil penyidikan, komplotan pencopet spesialis suporter sepak bola ini, terakhir kali melancarkan aksinya di area parkir Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang. Tepatnya di depan pintu utama dan depan pintu ekonomi satu.

"Ketika itu tersangka melancarkan aksinya saat Arema menghadapi Persija. Dari TKP tersebut tersangka berhasil mencopet handphone milik beberapa suporter," imbuh Ferli.

Perwira polisi dengan pangkat dua melati di bahunya ini menambahkan, jika komplotan pencurian spesialis suporter sepak bola ini selalu beraksi secara bersamaan. Dimana, ketika sudah menemukan target korban, para tersangka ada yang bertugas sebagai eksekutor hingga mengalihkan perhatian korban.

"Meskipun tersangka pencopetan telah berhasil diamankan, namun kami tetap mengimbau kepada masyarakat agar senantiasa waspada dan berhati-hati. Terutama saat berada di tempat keramaian, termasuk ketika menonton pertandingan sepak bola di stadion," pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru