Stabilisasi Harga Telur, Ini Strategi yang Dilakukan Diskopindag Kota Malang 

Aug 28, 2022 17:57
Telur ayam yang kini harganya tengah naik (pixabay)
Telur ayam yang kini harganya tengah naik (pixabay)

JATIMTIMES - Harga telur ayam kian melambung. Hal ini membuat masyarakat, khususnya di Kota Malang resah. Dinas Perindustrian, Koperasi dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang pun tak tinggal diam. Langkah strategis diupayakan untuk upaya stabilitas harga telur ayam.

Seperti diketahui, data Kementerian Perdagangan per 23 Agustus 2022 harga telur ayam di tingkat eceran mencapai Rp 31 ribu per kilogram. Sementara itu, di Kota Malang dari harga normal sekitar Rp 21 ribu sampai Rp 22 ribu kini menjadi Rp 26 ribu sampai kisaran Rp 30 ribu.

Kepala Bidang Perdagangan, Sapto Wibowo menjelaskan, kebutuhan telur memang bergantung dari daerah pertanian yang notabene daerah lain. Untuk itu, salah satu yang akan dilakukan Diskopindag adalah menjalin kerjasama dengan antar daerah.  

"Antar daerah, antar kabupaten dan kota. Ada satu tipe-tipe tertentu di mana kita kerjasama dengan wilayah kabupaten kota yang lain," jelasnya dalam sesi wawancara di sebuah radio.

Untuk komoditi telur ayam, jalinan kerjasama akan dimasukan dengan Kabupaten Blitar maupun Kabupaten Kediri. Seperti diketahui bahwa, pemasok terbesar di Jawa Timur adalah dua daerah tersebut.

"Harusnya memberikan satu prioritas kepada wilayah yang kerjasama. Memang saat ini kita belum sampai penandatanganan kerjasama MoU dengan daerah tersebut. Tapi diharapkan dalam waktu dekat ini bisa terealisasi," ungkap Sapto.

Lanjut Sapto, tetapi juga harus disadari jika hukum ekonomi tetap berjalan. Kendati misalnya dari pedagang dipatok Rp 26 ribu, sejatinya pedagang sudah mendapatkan untung. Tetapi yang jadi persoalan, pertimbangan menutup kerugian sebelumnya kemudian membuat pedagang menaikan harga.

"Diskopindag terus memantau stabilitas harga. Selain itu juga kerjasama dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan), tapi ya sama juga, karena kita memang bukan produsen sehingga kerjasama dengan daerah lain," tuturnya.

Kenaikan harga telur, dijelaskan Sapto karena salah satunya produknya relatif menurun. Dari sisi kebutuhan konsumsi masyarakat, terpantau masih stabil. Tapi yang jelas, ditegaskan Sapto, pihaknya akan membuat jejaring dengan produsen pada satu produk tertentu.

"Tapi kita juga berusaha untuk bekerjasama dengan Perumda Tunas untuk mengadakan operasi pasar. Artinya apakah nantinya memberikan subsidi, kita membeli dari peternak ayam dan kita pasok ke masyarakat dengan harga yang relatif lebih rendah," terangnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru