Tahun Depan, Insentif Pendamping Stunting Diproyeksi Naik 100 Persen

Aug 27, 2022 15:55
Bupati Malang HM Sanusi (Foto : Dokumen JatimTIMES)
Bupati Malang HM Sanusi (Foto : Dokumen JatimTIMES)

JATIMTIMES - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang membuka wacana untuk menaikkan insentif bagi para pendamping stunting. Hal itu disampaikan langsung oleh Bupati Malang HM Sanusi kepada JatimTIMES.com.

Orang nomor satu di jajaran Pemkab Malang itu menyebut bahwa kenaikan insentif yang akan diberikan mencapai 100 persen dibandingkan insentif yang sebelumnya didapat para pendamping stunting.

"Insentifnya yang awal kemarin dalam setahun Rp 600 ribu, akan kita naikkan menjadi Rp 1,2 juta. Jadi, mengalami kenaikan  100 persen," ucap Sanusi, lalu mengatakan kenaikan besaran insentif tersebut bertujuan untuk menambah semangat para pendamping stunting.

Meski mengaku sudah melakukan persiapan secara matang, Sanusi menyebut wacana kenaikan insentif tersebut masih akan dibahas dengan pemerintah pusat. Termasuk berkoordinasi dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jawa Timur.

"Data dari pusat akan kami koordinasikan dulu dengan BKKBN (Jatim). Kalau aturannya memperbolehkan, ya akan kita terapkan," ucap politisi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini.

Guna merealisasikan gagasan tersebut, Sanusi mengaku bakal terus memantau perkembangan dari hasil koordinasi dengan pemerintah pusat. Terbukti, saat ini dirinya mengaku telah inten berkoordinasi dengan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang Wahyu Hidayat. "Pak Sekda sudah saya minta untuk meluruskan aturannya seperti apa," imbuh Sanusi.

Sejauh ini, berdasarkan data yang diterima Sanusi, jumlah kader pendamping stunting di Kabupaten Malang ada sekitar 3.300 orang. "Jumlah bayi stunting ada sekitar 11 ribu. Maka 1 pendamping akan memberikan pendampingan kepada 3 anak stunting," jelasnya.

Dengan adanya pendampingan tersebut, Sanusi berharap kasus stunting di Kabupaten Malang bisa segera teratasi. Bahkan targetnya, tahun 2023 Kabupaten Malang bisa bebas dari kasus stunting.

"Harapannya nanti tahun depan sudah habis, sudah selesai semua. Nantinya 3 pendamping terbaik dari sekitar 3 ribu itu dikasih hadiah sepeda motor," pungkasnya.

Sekadar informasi, jumlah bayi di Kabupaten Malang yang terdata saat ini ada sekitar 134 ribu bayi. Dari jumlah itu, sebanyak 8,8 persen atau sekitar 11 ribu bayi mengalami stunting.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru