Jimak Ketahuan Anak, Begini yang Harus Dilakukan Orang Tua

Aug 27, 2022 07:42
Ilustrasi ketika tengah ber Jima' (pixabay)
Ilustrasi ketika tengah ber Jima' (pixabay)

JATIMTIMES - Beberapa pasangan suami istri, tentunya pernah mengalami ketika berhubungan intim terpergok atau ketahuan oleh sang anak. Ketika hal itu terjadi, banyak para orang tua yang kebingungan bagaimana menjelaskan kepada sang anak dan bahkan ada yang malu untuk menjelaskan. 

Beberapa kalangan juga mengkhawatirkan, bilamana hal ini berpengaruh buruk terhadap tumbuh kembang anak. Namun, bagi pasangan suami istri yang yang mengalami hal tersebut, harus mengetahui kiat-kiat cara menyikapinya.

Diolah dari Islam Pos dan berapa sumber lain, jika anak yang mengetahui saat orang tua ber-jimak adalah balita, tentunya mereka masih belum
mengerti atau bahkan lupa akan kejadian yang dilihatnya. Akan tetapi, yang perlu dijelaskan kepada sang anak, bahwa mereka perlu memiliki momen pribadi yang mana tidak menyakiti satu sama lainnya. Penjelasan ini cukup, bilamana sang anak tidak memiliki pertanyaan lain.

Kemudian, bilamana terpergok anak yang berusia SD, tentunya berbeda lagi. Anak pada usia ini tentunya cenderung lebih penasaran tentang hal hubungan seksual. Tentu dalam hal ini penjelasan atau arahan orang tua penting agar anak memahaminya dengan positif. 

Tetapi, biasanya ada juga mereka yang biasanya ingin menjauhkan diri dari subyek tersebut. Untuk itu, bila sang anak nampaknya tidak nyaman dengan pembicaraan soal seks, maka orang tua harus menahan untuk bercerita dan menyimpannya untuk waktu lain. 

Jimak kepergok anak remaja berbeda. Tentu juga berbeda penjelasan dengan anak yang usai SD. Di usia remaja, banyak anak sudah tahu apa yang terjadi. Bahkan, mereka bisa agak jijik bila mereka mendapati kejadian tersebut. 

Namun, ini menjadi waktu yang baik untuk memberikan penjelasan dan pemahaman tentang hubungan yang bersifat pribadi. Meski pada satu waktu bisa saja hal itu menyebabkan ketidaknyamanan dan kecemasan bagi anak.

Tegaskan bahwa berjimak merupakan kebutuhan orang dewasa yang sudah menikah. Selain itu, jelaskan juga, jika pasangan suami istri membutuhkan waktu pribadi atau waktu yang spesial untuk lebih saling mencintai.

Orang tua juga ahrus menjelaskan jika hubungan itu hanya boleh dilakukan pasangan suami istri yang sah. Sehingga orang tua juga harus menegaskan untuk sang anak menghindari hal-hal tersebut ketika di luar, misalnya menjumpai pornografi, sebelum usai mereka cukup umur dan telah waktunya.

Jika saat jimak ketahuan sang anak, orang tua diharapkan tak emosi.  Orang tua harus memberikan penekanan kepada sang anak jika hati dan pikiran mereka belum siap untuk melihat hal-hal seperti itu.

Saat menjelaskan atau membicarakan soal seks kepada anak, usahakan agar nada bicara orang tua tetap santai, halus dan tidak emosi.  Setelah memberikan penjelasan, tentunya orang tua harus melakukan langkah pencegahan agar hal tersebut tidak terulang lagi untuk diketahui anak.

Bahkan Rasul menyuruh kita untuk berhati-hati ketika melakukan hal ini. 

Imam Al-Ghazali menjelaskan dalam karya berjudul Al-Adab fid Din, mengenai etika berhubungan suami istri "Etika berhubungan badan dengan istri antara lain (1) mengenakan wangi-wangian, (2) menggunakan kata-kata yang lembut, (3) mengekspresikan kasih-mesra, (4) memberikan kecupan menggelora, (5) menunjukkan sayang senantiasa, (6) baca bismillah, (7) tidak melihat kemaluan istri karena konon menurunkan daya penglihatan, (8) mengenakan selimut atau kain (saat bercinta), dan (9) tidak menghadap kiblat," (Lihat Imam Al-Ghazali dalam Al-Adab fid Din, Beirut, Al-Maktabah As-Sya'biyyah, halaman 175).

 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru