Sibuk Hingga Tak Sempat Berikan ASI? Ini Saran dari Bupati Malang

Aug 26, 2022 21:22
Ilustrasi alat pompa asi (Foto: Istimewa)
Ilustrasi alat pompa asi (Foto: Istimewa)

JATIMTIMES - Bupati Malang HM Sanusi mengimbau kepada para ibu untuk memberikan air susu ibu (ASI) kepada bayinya. Imbauan tersebut dilakukan lantaran Sanusi menilai jika saat ini masih banyak warganya yang tidak sempat memberikan ASI kepada bayinya.

Selain itu, politisi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini juga beranggapan, jika gerakan memberi asi tersebut bisa menekan angka stunting di Kabupaten Malang.

"Penurunan angka stunting ini yang paling menentukan adalah orang tuanya, terutama ibunya. Kalau ibunya rajin netek'i (memberikan ASI kepada bayi) ya tidak akan stunting," jelasnya kepada JatimTIMES.com.

Guna menyukseskan gerakan memberikan ASI, Sanusi mengaku akan melibatkan beberapa jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Salah satunya Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Malang.

"Pemerintah akan terus mendorong para ibu untuk menekan stunting lewat ASI. Nantinya dinas terkait akan melakukan pendampingan secara intens," ucap Sanusi.

Pejabat publik yang akrab disapa Abah Sanusi itu beranggapan jika pendampingan terhadap orang tua, khususnya kepada kalangan ibu memang sangat penting. Sebab, dari hasil kunjungan saat dinas di beberapa daerah yang ada di Kabupaten Malang, pihaknya mendapatkan informasi jika masih jarang ibu yang menyempatkan untuk memberikan ASI kepada buah hatinya.

Masih dari informasi yang didapat Sanusi, para ibu yang enggan memberikan ASI kepada anaknya tersebut, kebanyakan beralasan sibuk bekerja. Alhasil, Sanusi menyarankan kepada para ibu untuk memompa asi-nya jika memang sibuk bekerja.

"Para kader pendamping yang sudah ada akan terus memberikan penyuluhan, kalau memang sibuk, susunya (ASI) nanti dipompa kemudian ditaruh kulkas. Sehingga bayinya masih dapat asupan ASI meski ibunya sibuk bekerja," pungkasnya.

Sekedar informasi, jumlah bayi di Kabupaten Malang yang terdata sementara ini ada sekitar 134 ribu. Dimana, 8,8 persennya atau sekitar 11 ribu di antaranya mengalami stunting.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru