Arteria Tanyakan Apakah Penasehatnya Terlibat dalam Skenario Sambo

Aug 24, 2022 19:42
Listyo Sigit mengikuti rapat kerja dengan Komisi III DPR di Kompleks Parlemen Senayan Jakarta Rabu (24/8/2022)
Listyo Sigit mengikuti rapat kerja dengan Komisi III DPR di Kompleks Parlemen Senayan Jakarta Rabu (24/8/2022)

JATIMTIMES – Anggota Komisi III DPR dari Fraksi PDIP Arteria Dahlan menanyakan langsung pada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo terkait penasihatnya yang terseret dalam kasus pembunuhan Brigadir J.

Pertanyaan itu disampiakan Arteria dalam rapat Komisi III DPR dengan Polri mengenai lanjutan kasus tersebut di komplek parlemen pada Rabu (24/8).

Arteria bertanya langsung pada Listyo terkait isu penasihatnya, Fahmi Alamsyah ikut membantu Irjen Ferdy Sambo dalam menyusun skenario usai kejadian pada 8 Juli.

“Saya sampaikan mengenai pertanyaan menggelitik Pak Kapolri, siapa figur Fahmi? Apa betul dia penasehat Pak Kapolri? Kemudian apa benar dia ikut dalam menskenariokan pak? Nanti pak Agus (Kabareskrim) juga Pak Irwasum juga tolong ditanyakan," kata Arteria.

Hingga berita ini ditulis, Listyo belum menjawab pertanyaan Arteria. Rapat masih berlangsung dan beberapa anggota Komisi III masih memaparkan pandangannya terkait kasus tersebut.

Sementara dalam paparannya, Arteria juga menyoroti para personel Polri yang terlibat dalam kasus pembunuhan berencana Brigadir J. Dia menanyakan proses sidang etik pada mereka.

Menurut Arteria, Polri harus menjelaskan para pihak yang terlibat dalam kasus tersebut. Termasuk sanksi hingga dugaan perbuatan merintangi proses penyidikan yang dilakukan oleh para personel.

“Pak Trimed mengatakan tadi 90 sekian nama itu harus digambarkan kualifikasinya seperti apa, perbuatan melawan hukumnya macam mana, potensi sanksinya seperti apa, jadi nanti sama, sama mengawasi, ada yang kurang dan sebagainya,” katanya.

Hingga berita ini dipublikasikan, anggota dewan masih giliran bertanya ke Listyo Sigit. Agenda rapat belum sampai pada giliran Kapolri memberikan penjelasan.

Listyo sendiri dalam paparan awal merinci jumlah personel Polri yang terlibat dalam kasus pembunuhan Brigadir J oleh Ferdy Sambo. Dia juga menyebut, hingga kini tim penyidik telah memeriksa 97 personel dalam kasus itu.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 35 personel dinyatakan melanggar etik. Mereka paling banyak berasal dari kepangkatan perwira menengah yaitu AKBP dan Kombes.

Lalu empat di antaranya merupakan jenderal polisi bintang satu dan bintang dua. Sisanya tingkat perwira, bintara, dan tamtama.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru