Kenaikan Harga Telur Ayam di Kabupaten Malang Relatif Normal

Aug 24, 2022 19:10
Ilustrasi.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).
Ilustrasi.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

JATIMTIMES - Pergerakan harga telur ayam yang terjadi di wilayah Kabupaten Malang masih menjadi perhatian Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag). Berdasarkan data dari Disperindag Kabupaten Malang, kenaikan harga telur ayam terjadi sejak 4 Juli 2022 lalu.

Dimana pada 4 Juli 2022, harga telur ayam sudah mengalami kenaikan menjadi Rp 26.095 Sedangkan informasi yang dihimpun, dalam kondisi normal harga telur dikisaran angka Rp 20 ribu hingga Rp 21 ribu. Kenaikan tersebut terus berlanjut hingga saat ini.

"Pantauan kami (Disperindag) dari tanggal 4 juli 2022 harga telur Rp  26.095. Sampai dengan 22 Agustus harga telur Rp28.500 jadi periode 4 Juli hingga 22 Sgustus ada kenaikan Rp 2.405 atau 6,30 persen," ujar Mahila Surya Dewi Kepala Disperindag Kabupaten Malang, Rabu (24/8/2022).

Berdasarkan catatannya, pada periode tersebut, kenaikan harga tertinggi terjadi direntang 15 Agustus hingga 18 Agustus 2022. Di mana dari yang semula seharga Rp27.738 per kilogram naik sekitar 6,91 persen menjadi Rp28.429 per kilogramnya.

Sedangkan hingga saat ini, harga telur ayam masih terus merangkak naik, meskipun kenaikkanya cenderung kecil. Yakni sekitar Rp 100. Namun demikian, Mahila mengaku bahwa pihaknya akan terus melakukan pemantauan terhadap pergerakan harga telur ayam.

"Sampai 22 Agustus ada kenaikan Rp 100. Besok Kamis update data dan kami pantau perkembanganya," imbuh Mahila.

Meskipun masih merangkak naik, dirinya menilai bahwa kenaikan yang terjadi relatif masih normal. Berdasarkan informasi yang ia himpun, kenaikan harga telur tersebut juga disebabkan naiknya harga pakan ayam yang beredar di pasaran. "Untuk penanganan, Disperindag akan memantau perkembangan harga lebih lanjut," pungkas Mahila.

Sementara itu, salah seorang peternak asal Desa Mendalanwangi, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, Muhammad Syahroni mengaku bahwa naiknya harga telur ayam yang terjadi saat ini sebagai sebuah angin segar. Sebab, dirinya mengaku, keuntungan yang ia dapat juga turut terdongkrak.

Sementara itu, naiknya keuntungan yang ia dapat tersebut memang juga dipengaruhi naiknya harga pakan yang ternyata juga berdampak pada naiknya biaya operasional peternakannya. Kenaikan harga ini, ia prediksi juga tidak akan terlalu lama.

"Mungkin nanti juga tidak akan terlalu lama, biasanya satu minggu turun lagi. Karena juga berimbas dari harga pakan yang naik," terang pria yang akrab disapa Roni ini.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru