Harga Telur Ayam Naik, Bisa Tutupi Kerugian Peternak Selama Pandemi Covid-19

Aug 24, 2022 12:27
Pengumpulan telur di peternakan milik Syahroni.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).
Pengumpulan telur di peternakan milik Syahroni.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

JATIMTIMES - Kenaikan harga telur ayam di pasaran  menjadi angin segar bagi peternak ayam petelur. Keuntungan yang didapatkan peternak ikut terdongkrak. 

Salah satu peternak ayam petelur di Desa Mendalanwangi, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, Muhammad Syahroni, mengakui beberapa hari terakhir keuntungan yang ia dapat meningkat sekitar 50 persen. Keuntungan itu bahkan cukup membantu untuk mengembalikan modalnya selama pandemi covid-19 menyerang. 

"Yang jelas kita bisa mengembalikan modal yang kemarin hilanglah. Saat pandemi sejak tahun 2019 itu, harga telur baru bisa melejit naik," ujar pria yang akrab disapa Roni itu, Rabu (24/8/2022).

Walau begitu, dirinya mmeprediksi bahwa naiknya harga telur yang terjadi saat ini tidak akan berlangsung lama. Sekarang di pasaran harga telur mencapai kisaran Rp 30 ribu per kilogram. 

"Mungkin nanti juga tidak akan terlalu lama. Biasanya satu minggu turun lagi karena juga berimbas dari harga pakan yang naik," imbuh Roni. 

Kendati keuntungannya meningkat dan dapat membantu menutupi kerugian yang dialami selama pandemi, hal itu  masih belum menyeluruh.  Hal tersebut terlihat dari jumlah kapasitas kandangnya yang  populasinya belum penuh. Populasi atam yang awalnya sebanyak 30 ribu, saat ini di kandangnya hanya tersisa 10 ribu ekor. 

"Karena masih banyak kandang yang kosong. Ada juga yang sudah afkir, sehingga belum bisa beli ayam," ungkap Roni.

Ia beranggapan bahwa setidaknya kondisi naiknya harga telur saat ini bisa dimanfaatkan secara maksimal agar tidak gulung tikar seperti yang dialami beberapa peternak lain akibat dampak pandemi.

Proses pengumpulan telur di peternakan milik Roni.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

"Ya semoga kenaikan (harga) ini meskipun tidak terlalu tinggi, yang penting bisa menutupi biaya operasional, termasuk pakan, sehingga kami pun tidak sampai gulung tikar," kata Roni.

Di sisi lain, Roni mengakui dampak negatif yang dirasakan yakni sejumlah pembeli  mengeluh karena tingginya harga telur. Namun dirinya tak dapat berbuat banyak. Sebab, harga pakan juga cenderung naik. 

"Ya kalu dibilang untungnya naik, ya memang naik. Tapi kalau disandingkan biaya operasional juga naik. Dan itu tadi, setidaknya bisa menutup kerugian selama pandemi kemarin," ucapnya. 

Hingga saat ini kapasitas produksi telur ayam di peternakannya di kisaran 80 hingga 90 persen. Dengan populasi 3.000 ekor ayam per kandang, per hari bisa menghasilkan sebanya 130 kilogram telur. 

"Ya produktivitasnya itu sekitar 80 sampai 90 persen lah. Kalau 90 persen itu sudah bagus," pungkas Roni. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru