Aksi Perundungan Teman Satu Kelas Sebabkan Siswa SMK di Jember Tewas

Aug 24, 2022 08:36
SMK N 2 Jember (foto : istimewa)
SMK N 2 Jember (foto : istimewa)

JATIMTIMES – Kasus kekerasan di dalam lingkungan sekolah kembali terjadi di Jember pada Selasa (8/2022) siang kemarin. Salah satu siswa kelas X SMK Negeri 2 Jember meninggal saat dalam perjalanan ke rumah sakit setelah ditendang oleh salah satu temannya di depan kelas.

Pelaku yang juga tetangga korban pun berhasil diamankan Satreskrim Polres Jember pada malam harinya. Sebelumnya pelaku menghilang dari sekolah setelah insiden penganiayaan yang dia lakukan.

Hal ini dibenarkan oleh Kasatreskrim Polres Jember AKP. Dika Hadiyan Wiratama, jika anggotanya sudah mengamankan pelaku penganiayaan yang menyebabkan salah satu siswa di SMK Negeri 2 Jember meninggal dunia.

“Benar pelaku sudah kami amankan di rumahnya. Saat ini pelaku masih menjalani pemeriksaan yang dilakukan oleh Unit PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak), karena pelaku masih di bawah umur. Pelaku sendiri pasca kejadian tidak melarikan diri, hanya pulang karena ketakutan,” ujar Kasatreskrim.

Seperti diketahui, siswa SMK Negeri 2 meninggal setelah dianiaya oleh temannya di lingkungan sekolah. Penganiayaan ini diawali dari aksi cekcok antara korban dan pelaku. 

Pada peristiwa yang terjadi pada saat jam istirahat ini, korban sedang berada di dalam kelas. Kemudian oleh pelaku, korban dipanggil. Saat di depan kelas, keduanya sempat salaman sebelum cekcok. 

Korban pun tidak menanggapi dan hendak kembali ke dalam kelas dengan membelakangi pelaku. Namun tiba-tiba pelaku melakukan tendangan dari belakang dan mengenai leher korban.

“Korban sempat mendapat perawatan di UKS. Namun karena kondisinya kritis, korban dilarikan ke rumah sakit dr. Soebandi. Saat sampai di rumah sakit, korban tidak bisa diselamatkan dan dinyatakan meninggal,” ujar Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jember dan Lumajang Mahrus Syamsul saat ditemui wartawan.

Pihaknyapun akan mengumpulkan seluruh dewan guru dan juga siswa SMK N 2 Jember hari ini Rabu (24/8/2022). Tujuannya untuk mengetahui penyebab sebenarnya kematian salah satu siswa.

Dengan dikumpulkannya guru dan siswa ini, diharapkan semua guru dan siswa kooperatif apabila dimintai keterangan dan kesaksian oleh pihak kepolisian yang menangani kasus ini.

“Nanti akan kita kumpulkan seluruh guru dan siswa, untuk mengetahui penyebab insiden kemarin, dan juga untuk mengantisipasi agar kejadian seperti ini tidak kembali terulang di SMK Negeri 2 Jember maupun SMK dan SMA lainnya,” ujar Mahrus.

Mahrus juga menekankan, agar guru BK (Bimbingan Konseling) lebih optimal, terutama dalam menyelesaikan persoalan antar siswa. Insiden yang terjadi di SMK Negeri 2 Jember ini dikarenakan permasalah siswa tidak tertangani dengan baik. 

“Peran BK harus optimal, ketika ada persoalan yang melibatkan antar siswa, BK harus tanggap dan mengetahui, dan dilakukan pembinaan,” pungkas Mahrus. (*)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru