Disnaker-PMPTSP Kota Malang Gelar Pendampingan Teknis Pelaku Usaha Terkait OSS RBA 

Aug 23, 2022 20:45
Plt Kepala Bidang Pengendalian, Pengaduan, Data dan Informasi Disnaker-PMPTSP Kota Malang Minto Rahardjo (baju cokelat berdiri) saat turun langsung memantau pendampingan teknis terkait penggunaan OSS RBA di Hotel Savana Malang, Selasa (23/8/2022). (Foto: Tubagus Achmad/ JatimTIMES) 
Plt Kepala Bidang Pengendalian, Pengaduan, Data dan Informasi Disnaker-PMPTSP Kota Malang Minto Rahardjo (baju cokelat berdiri) saat turun langsung memantau pendampingan teknis terkait penggunaan OSS RBA di Hotel Savana Malang, Selasa (23/8/2022). (Foto: Tubagus Achmad/ JatimTIMES) 

JATIMTIMES - Dinas Tenaga Kerja, Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Disnaker-PMPTSP) Kota Malang menggelar fasilitasi dan pendampingan teknis kepada puluhan pelaku usaha. 

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Pengendalian, Pengaduan, Data dan Informasi Disnaker-PMPTSP Kota Malang Minto Rahardjo mengatakan, gelaran pendampingan teknis yang diberikan kepada sekitar 30 pelaku usaha terbagi dalam dua hari ini terkait perizinan berusaha berbasis risiko atau Online Single Submission-Risk Based Approach (OSS-RBA) dan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) Tahun Anggaran (TA) 2022. 

Pihaknya menjelaskan, dengan adanya penerapan kebijakan baru dari pemerintah terkait pengoperasian OSS-RBA yang telah diluncurkan sejak Agustus 2021 lalu merupakan hal baru bagi para pelaku usaha yang terbiasa menggunakan OSS versi 1.1. 

"Sehingga ada banyak kendala dari pelaku usaha ketika melaksanakan proses perizinan berusaha maupun pelaporan kegiatan penanaman modal," ungkap Minto kepada JatimTIMES.com, Selasa (23/8/2022). 

Di mana untuk LKPM sudah menjadi laporan kewajiban bagi para pelaku usaha ketika sudah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) dan perizinan berusaha setiap triwulan. 

"Makanya kami identifikasi melalui akun dari Disnaker-PMPTSP, kami melihat ada dari pelaku usaha itu ketika memasukkan data ada yang keliru, sehingga perizinan berusaha yang mereka terima itu sampai dengan saat ini belum bisa terverifikasi," jelas Minto. 

Oleh karena itu, pihaknya selama dua hari yakni pada hari Selasa (23/8/2022) dan Rabu (24/8/2022) menggelar pendampingan teknis terkait pengoperasian OSS-RBA dan LKPM TA 2022. 

"Hari ini bagian dari tim kami melakukan fasilitasi pendampingan untuk membetulkan atau memperbaiki data yang sudah dilakukan oleh pelaku usaha," terang Minto. 

Disinggung terkait alasan pelaksanaan pendampingan hanya berlangsung dua hari dengan melibatkan 30 pelaku usaha, Minto menuturkan hal itu dikarenakan setiap kali pendampingan membutuhkan waktu antara 20 sampai 30 menit. 

"Dan kami tiap hari di kantor juga melaksanakan kegiatan fasilitasi itu. Hari ini kita lakukan bersama-sama yang sudah masuk di kami itu terkendala ini yang kami undang," tutur Minto. 

Menurutnya, kebanyakan dari pelaku usaha salah memasukkan data pada saat awal migrasi dari OSS versi 1.1 ke OSS-RBA. Pasalnya, ketika melakukan migrasi, NIB yang telah dimiliki oleh para pelaku usaha saat menggunakan OSS versi 1.1, itu masih digunakan di OSS-RBA. 

"Cara menginput data ini kadang-kadang mereka ada yang masih kurang lengkap. Pada hari ini kita mencoba untuk memberikan panduan untuk melengkapi data," kata Minto. 

Sementara itu, pihaknya terus mengimbau kepada seluruh masyarakat yang akan melakukan pengurusan perizinan berusaha agar mengikuti aturan yang yelah ditetapkan oleh pemerintah. Pasalnya, dengan menggunakan OSS-RBA, proses perizinan berusaha akan semakin dipermudah. 

Terlebih lagi, pemerintah juga terus secara masif memberikan informasi dan tata cara terkait penggunaan OSS-RBA melalui kanal YouTube ataupun media sosial lainnya. 

"Ini agar seluruh pelaku usaha bisa mendapatkan legalitas formal mereka perizinan berusaha melalui OSS-RBA ini dapat dengan mudah dilakukan," pungkas Minto.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru