Arema Angkat Bicara soal Sponsor yang Disebut Situs Judi Online

Aug 23, 2022 12:35
Jersey latihan Arema FC yang terpampang sponsor diduga judi bola. (foto: official Arema FC)
Jersey latihan Arema FC yang terpampang sponsor diduga judi bola. (foto: official Arema FC)

JATIMTIMES - Arema FC angkat bicara ihwal laporan ke Bareskrim Polri atas dugaan pelanggaran sponsor perusahaan judi online. Dalam hal ini, manajemen tim berjuluk Singo Edan itu  berencana memutuskan hubungan kerja sama dengan Bola88.fun yang terpampang pada bagian depan jersey latihan.

Manajer Bisnis Arema FC Yusrinal Fitriandi menegaskan pihaknya mendukung langkah Polri untuk melakukan upaya penertiban dan pengawasan situs yang diduga kuat menjadi modus praktik bisnis judi online. Namun ia menjelaskan bahwa situs online yang terpampang pada jersey latihan Arema adalah situs berita olahraga.

“Kami sampaikan permohonan maaf dan perlu kami tegaskan bahwa salah satu sponsor kami sejak awal kami sampaikan bahwa etentitasnya sebagai  situs sepak bola nasional. Dan untuk sharing informasi, tentu dibutuhkan,” ungkap pria yang akrab disapa Inal ini, Selasa (23/8/2022).

Inal mengaku bahwa pihaknya bukan pengelola situs tersebut sehingga tidak memiliki kewenangan dan tanggung jawab besar atas kebijakan redaksi dan isi konten dalam situs tersebut. 

“Kami sangat menghormati ada pihak yang melaporkan konten situs tersebut yang dianggap melanggar norma hukum. Dan kami tentunya perlu menjelaskan posisi kami, hanya sebagai pihak yang ditawarkan untuk bekerja sama iklan,” papar Inal.

Demi menghormati proses praduga tak bersalah yang telah dilaporkan ke pihak berwajib, manajemen Arema mengambil keputusan untuk mengevaluasi ulang kerja sama yang telah berjalan. Dalam hal ini, manajemen Arema  berencana memutus hubungan kerja sama dengan situs Bola88.fun tersebut.

“Kami pertimbangkan melakukan pemutusan kontrak untuk menghargai proses hukum yang berjalan. Sekaligus kami akan mulai menurunkan materi iklan yang sebelumnya terpasang,” ungkap Inal.

Lanjut Inal, Arema tentu siap untuk melakukan upaya proaktif agar persoalan ini disikapi secara objektif dan bijaksana oleh banyak pihak. Sebab, Arema  tidak ingin suasana tim yang telah terbangun bagus  rusak oleh informasi yang saat ini berkembang.

“Sekali lagi secara objektif, klub hanya sebagai objek pemasangan promosi situs, bukan pengelola. Semoga penjelasan ini dapat memberikan khazanah pemahaman yang objektif untuk kita semua,” pungkas Inal.

Diberitakan sebelumnya, Bareskrim Polri mengaku sudah menerima surat pelaporan bernomor LP/B/0473/VIII/2022/Bareskrim. Adapun dugaan pidana yang dikenakan adalah mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik yang memiliki muatan perjudian juncto perjudian atau memberi kesempatan perjudian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 45 ayat 2 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Jo Pasal 303 KUHP.

Pihak yang dilaporkan dalam dugaan pidana itu adalah PSIS Semarang, Persikabo 1973, dan Arema FC. Tak hanya itu. PT LIB (Liga Indonesia Baru) selaku operator kompetisi Liga 1 2022-2023 serta PSSI yang menjadi regulator turut dilaporkan.

Dalam keterangan resminya, Senin (22/8/2022), Bareskrim Polri menyebut pelapor atas nama Rio Johan Putra SE SH MSibAk CA BKP. Dia mengaku sebagai pencinta sepak bola dan akademisi/dosen FEBIS Universitas Tujuh Belas Agustus (Untag) 1945 Jakarta.

Pelanggaran tindak pidana itu diduga dilakukan Persikabo 1973, PSIS Semarang, dan Arema Malang. Persikabo 1973 dimasuki sponsor rumah judi SBOTOP yang dipasang di depan kostum timnya dan ada di adboard pinggir lapangan. Sementara, PSIS Semarang telah bekerja sama dengan Skore88.news yang identik dengan rumah judi Skore88. Lalu, Arema FC menjalin kerja sama dengan Bola88.fun yang berafiliasi dengan rumah judi Bola88.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru