Malangtimes

Gali Potensi Kepemimpinan, FEB Unisma Hadirkan Pakar Kepribadian dan Psikolog

Aug 22, 2022 10:03
LKMM FEB Unisma 2022 Series dengan materi pengalian potensi diri (Ist)
LKMM FEB Unisma 2022 Series dengan materi pengalian potensi diri (Ist)

JATIMTIMES -  BEM Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Malang (FEB Unisma) kembali melanjutkan kegiatan Latihan Dasar Kepimimpinan Mahasiswa atau LKMM.  LKMM the series kali ini berhasil mendatangkan sebanyak 435 mahasiswa secara offline atau tatap muka di Hall KH Abdurrahman Wahid.

Pakar Kepribadian LED Indonesia, Dr Hj Umi Dayati MPd dan Psikolog Risa Rahmawati Spsy MPSy menjadi narasumber dalam LKMM ini.

Dekan FEB Unisma, Nur Diana SE MSi saat membuka kegiatan menyampaikan bahwa mahasiswa FEB Unisma yang hadir ini masuk dalam golongan Generasi Z atau generasi muda yang sangat dekat dengan teknologi. Namun generasi ini, biasanya belum terpikirkan dengan cara mereka untuk mengetahui atau bagaimana menggali potensi diri yang ada dalam individu masing-masing. 

1

"Contohnya Apa yang membuat saya  bahagia? Apa yang saya inginkan dalam hidup ini? Apa kelebihan dan kekuatan saya? Melakukan hal-hal mudah seperti ini, dapat membantu mengenali diri sendiri dan dari sini para generasi bisa mengembangkan potensi yang ada di dalam dirimu," jelasnya.

Lebih lanjut Diana menjelaskan, menggali potensi diri, penting untuk mengetahui kemampuan apa yang tidak dimiliki oleh orang lain. Cara mengembangkan potensi dan kemampuan diri sendiri, ada di tangan para mahasiswa sendiri.

3

Menurut Diana, mengembangkan potensi diri dan menumbuhkan jiwa kepemimpinan, haruslah dilatih mulai dari sekarang. Sebab potensi dan kepemimpinan adalah dua hal penting agar para mahasiswa ini lebih dewasa dan nanti menjadi seseorang yang mempunyai kekuatan teguh dan tidak mudah terpengaruh kepada orang lain. 

"Harus bisa upgrade diri from zero to hero," ucap Diana.

Dalam paparan materi, Dr Hj Umi Dayati MPd menjelaskan terkait dengan Seni Menggali Potensi Kepemimpinan Dalam Diri. Potensi adalah bentukan yang bisa diasah sedangkan watak adalah pembawaan yang tidak dapat atau sulit diubah. Potensi bawaan dari lahir, diberikan oleh orang tua. Menurutnya, intelgent diturunkan oleh sang ibu dan watak diturunkan oleh sang ayah.

2

"Potensi itu bawaan dari lahir yang diturunkan dari orang tuanya, intelligent yang diturunkan oleh ibu dan watak yang diturunkan oleh ayah. Kemudian dari potensi itu munculnya jadi kapasitas intelligent, percayalah diri jika dirimu bisa melakukan apa yang menjadi kelebihan dari diri," tutur Dr Umi Dayati

Seseorang juga harus menggali potensi diri. Menurutnya potensi diri adalah sesuatu bakat yang tidak dimiliki oleh orang lain yang hanya dimiliki individu. Kemampuan mengembangan potensi diri akan memberikan manfaat dalam mengetahui tujuan hidup. Dengan mengembangkan potensi diri, dapat menjadi pribadi yang lebih dewasa dan mungkin bermanfaat bagi orang lain.

4

Bukan hanya itu saja, lebih lanjut Umi mengatakan, bahwa jiwa kepemimpinan dalam diri manusia perlu digali dan ditingkatkan. Misalnya, mempengaruhi atau memberi contoh dari pemimpin kepada pengikutnya dalam upaya mencapai tujuan organisasi. 

Kebanyakan orang masih cenderung mengatakan bahwa pemimpin yang efektif mempunyai sifat atau ciri-ciri tertentu yang sangat penting misalnya, kharisma, pandangan ke depan (visioner), daya persuasi, jiwa praktisi serta kemampuan untuk dapat bekerja secara efektif dalam situasi yang berbeda-beda.

"Mahasiswa FEB Unisma Angkatan 2021 harus mampu fokus dan mampu menggali Jiwa Leadership. Saat ini harus mulai manage diri sendiri dengan cara atur hidup anda dalam kehidupan sehari-hari. Kapan anda menyelesaikan pendidikan tinggi lulusan FEB Unisma," tuturnya.

Pembicara yang sudah dikenal di level nasional bahkan se-Asia Tenggara ini menambahkan, bahwa mahasiswa harus memiliki impian yang besar dan selalu selalu optimis untuk menggapainya. Untuk itulah harus mampu memimpin dirinya sendiri dalam menggapai impian.

Dalam closing statment-nya, Umi juga menyampaikan, bahwa seorang pemenang selalu menemukan solusi dan rencana. Sedangkan para pecundang, sibuk mencari alasan untuk memberikan pembenaran terhadap kesalahan mereka. 

Untuk itu, pihaknya berpesan agar mahasiswa FEB Unisma bersiap menjadi generasi unggul sedini mungkin. 

"Sebagai mahasiswa tidak boleh hanya menjadi mahasiswa kupu-kupu (kuliah pulang) saja, karena yang harus dipersiapkan bukan hanya hard skill namun juga soft skill-nya. Usahakan untuk selalu be the best," pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru