Dojo Rajawali Mangir Raih Juara Umum Kejurkab Forki Banyuwangi 2022

Aug 22, 2022 09:13
Salah satu pertandingan komite putra Kejurkab Forki Banyuwangi di GOR Tawangalun Banyuwangi (Foto: Nurhadi Banyuwangi TIMES)
Salah satu pertandingan komite putra Kejurkab Forki Banyuwangi di GOR Tawangalun Banyuwangi (Foto: Nurhadi Banyuwangi TIMES)

JATIMTIMES - Dojo Rajawali Mangir Rogojampi Banyuwangi meraih predikat Juara Umum Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (Forki) Banyuwangi 2022 yang berlangsung di GOR Tawangalun Banyuwangi selama dua hari Sabtu-Minggu (21-22/08/2022).

Menurut Ketua Forki Kabupaten Banyuwangi, Wayan Redita, Dojo Rajawali mampu memperoleh 9 emas, 8 perak dan 11 perunggu. Posisi Runner Up ditempati Dojo Osaka yang mampu meraih 6 emas, 3 emas dan 10 perunggu. Sedangkan urutan ketiga ditempati Dojo Elang yang mengoleksi 4 emas, 6 perak dan 6 perunggu.

Sedangkan predikat karateka terbaik putra/putri  dalam Kejurkab Forki Banyuwangi tahun 2022 adalah Ferdianto dan Ervinda Ayu.

Dia menuturkan Kejurkab Forki tahun 2022 diikuti total 276 karateka yang berlaga dalam 398 kelas dan digelar di dua gelanggang. Pelaksanaan Kejurkab Forki Banyuwangi ini dimaksudkan untuk menyongsong Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Forki Jatim di Kabupaten Magetan pada September mendatang.

“Kemudian  ada even Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Jatim di Sidoarjo pada November mendatang dan puncaknya adalah gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Jatim tahun depan,” jelas Redita.

Selain dalam menyongsong berbagai even di level Jatim, dengan menggelar Kejurkab, Forki Banyuwangi ingin melakukan penjaringan karateka pelapis yang disiapkan dalam program latihan jangka panjang agar mampu bersaing dalam even-even tersebut.

Anggota Korps Bhayangkara tersebut menambahkan, untuk level Jatim kabupaten/kota yang menjadi pesaing berat bagi karateka dalam merebut juara adalah Kabupaten Kediri, Jombang, Sidoarjo, dan Kota Surabaya.

Jajaran pengurus Forki Banyuwangi dalam melaksanakan program pembinaan dan peningkatan prestasi olahraga karate selama ini dapat berjalan dengan lancar dan sukses serta relatif tidak ada kendala yang berarti.

“Namun akan lebih baik apabila pemerintah mampu memberikan alokasi anggaran yang cukup karena pembinaan dan peningkatan prestasi membutuhkan dana yang tidak sedikit. Forki membutuhkan anggaran yang lebih besar karena pola pembinaanya berjenjang dan bertahap,” imbuh Redita.

Dalam mengikuti kejuaraan karate  di tingkat Jatim maupun level nasional, sampai saat ini Pengurus Forki bersama-sama bergotong-royong untuk memenuhi kebutuhan dana yang diperlukan. Termasuk melibatkan orang tua/wali karateka untuk memberikan dukungan agar karateka Banyuwangi mampu berprestasi.

“Harapan kami semoga pemerintah Banyuwangi bisa meningkatkan kepedulian terhadap pembinaan dan peningkatan prestasi olahraga khususnya cabang olahraga yang membutuhkan. Termasuk Forki yang sangat membutuhkan tambahan dana pembinaan,” pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru