Tunggu Kepastian Bantuan Ganti Rugi Sapi Mati, Pemkab Malang Lanjutkan Penanganan PMK

Aug 18, 2022 20:07
Proses vaksinasi di Kecamatan Pujon.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).
Proses vaksinasi di Kecamatan Pujon.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

JATIMTIMES - Bupati Malang HM. Sanusi memastikan bahwa hingga saat ini penanganan terhadap wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) terus dilakukan. Berdasarkan laporan dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH), bahwa tingkat kesembuhan ternak akibat PMK juga relatif tinggi.

Sanusi mencatat bahwa tingkat kesembuhan ternak dari wabah PMK sudah mencapai hampir 90 persen. Berdasarkan data dari DPKH Kabupaten Malang sudah ada sebanyak 19.500 ekor sapi yang terpapar PMK. Dan sampai saat ini, tinggal 2.000 ekor sapi yang masih dalam penyembuhan.

"Sudah hampir selesai, laporan dari Dinas Peternakan tingkat kesembuhannya mencapai hampir 90 persen. Semakin menurun, pokoknya kalau kondisinya sudah membaik, tetap akan kita lakukan upaya terbaik," ujar Sanusi.

Sementara itu, dirinya juga masih belum dapat memastikan terkait bantuan ganti rugi sapi yang mati akibat PMK akan disalurkan. Sebab, hingga saat ini pihaknya masih menunggu petunjuk selanjutnya dari Pemerintah Pusat yang menginisiasi rencana tersebut.

"Masih belum turun, masih nunggu dari pusat. Petunjuknya belum, kalau sudah ada kebutuhannya baru akan kita lakukan," terang Sanusi.

Bantuan tersebut rencananya akan diberikan kepada peternak gurem atau peternak yang berskala kecil. Bantuan diberikan senilai Rp 10 juta untuk satu ekor sapi yang mati, kambing dan domba Rp 1,5 juta serta ternak babi Rp 2 juta.

Selain itu dirinya juga memastikan agar vaksinasi PMK terus berjalan. Bahkan untuk vaksinasi dosis pertama menurutnya juga hampir selesai. Yang kemudian pihaknya masih menunggu kelanjutan proses untuk vaksinasi PMK dosis kedua.

Sementara itu, berdasarkan data dari DPKH, saat ini vaksinasi PMK dosis pertama untuk sapi perah sudah mencapai 100 persen dari jatah 59.500 vaksin yang diterima. Vaksinasi tersebut dinilai cukup berdampak pada penanganan PMK.

"Untuk dosis kedua sapi perah mencapai 80 persen. Sementara vaksin tambahan untuk sapi potong dosis pertama masih berjalan. Sekitar 9.000 dari jatah 30.000 vaksin tambahan," ujar Kepala DPKH Kabupaten Malang, Eko Wahyu Widodo.

Ia menargetkan sepekan lagi vaksin dosis kedua untuk sapi perah bisa dituntaskan. Per harinya, penyuntikan vaksin dilakukan 2.500-3.000 suntikan, terbagi beberapa tim kesehatan hewan dengan pendampingan aparat keamanan. Realisasi anggaran belanja tidak terduga (BTT) untuk penanganan PMK dikatakannya juga mulai terlaksana melalui program disinfeksi, pemberian obat dan vitamin.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru