Lama Mangkrak, Sebagian Area Pasar Lawang Akan Diperbaiki Tahun Ini

Aug 18, 2022 19:42
Bupati Malang, HM. Sanusi. (Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).
Bupati Malang, HM. Sanusi. (Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

JATIMTIMES - Setelah insiden kebakaran pada 2019 lalu, kondisi sebagian Pasar Lawang terkesan mangkrak. Kabar gembiranya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang akan mulai melakukan perbaikan tahun ini. 

Pemkab Malang akan memanfaatkan momen perubahan anggaran keuangan (PAK) mendatang untuk penganggarannya. 

Menurut Bupati Malang HM. Sanusi, untuk perbaikan Pasar Lawang dibagi menjadi dua pekerjaan. Yakni pekerjaan rehabilitasi yang tergolong ringan dan berat. Sedangkan dalam PAK ini, pihaknya akan mengebut untuk rehabilitasi ringan. 

"Akan dianggarkan melalui PAK untuk yang rehab ringan, untuk rehab yang berat nanti akan melalui APBD. Karena yang dari Pemerintah Pusat itu enggak jadi turun tahun lalu akibat Covid-19," ujar Sanusi. 

Dirinya belum memastikan berapa alokasi yang akan dianggarkan dalam PAK mendatang untuk rehabilitasi ringan di Pasar Lawang. Hanya saja, dirinya memperkirakan anggarannya berkisar diantara Rp 500 juta hingga Rp 1 miliar. 

"Iya itu yang untuk perbaikan saja. Mungkin sekitar Rp 500 juta sampai Rp 1 miliar," terang Sanusi. 

Sanusi mengatakan bahwa perbaikan yang akan dilakukan pada PAK ini dimaksudkan agar pedagang yang berada di luar bisa berdagang ke dalam area pasar. Sedangkan untuk perbaikan secara menyeluruh masih akan diprogramkan. 

"Menurut labfor itu kan masih ada yang bisa diperbaiki, jadi diupayakan yang berdagang di luar ini bisa masuk dulu. Sedangkan yang tidak bisa (diperbaiki) ya harus dibongkar dulu," jelas Sanusi. 

Sementara itu, Pasar Lawang sendiri menunggu perbaikan sejak terjadi kebakaran pada tahun 2019 lalu. Pasca kebakaran Pasar Lawang tersebut, pedagang yang kiosnya rusak akibat kebakaran telah direlokasi.

Pada tahun 2020 lalu, rencana pembangunan ulang Pasar Lawang terpaksa harus tertunda. Mengingat pandemi Covid-19 yang mengharuskan pemerintah melakukan refocusing anggaran untuk penanganan Covid-19.

Berdasarkan informasi yang dihimpun oleh JatimTIMES, akibat peristiwa kebakaran yang terjadi pada tahun 2019 tersebut, setidaknya ada sebanyak 456 pedagang yang terdampak. Dari jumlah tersebut ada sebanyak 308 pedagang yang kiosnya dinilai terdampak cukup parah. 

Dan dari 308 pedagang tersebut, ternyata hanya ada sebanyak 97 pedagang yang bisa menempati lapak di tempat penampungan untuk berjualan. Sedangkan sisanya sebanyak 211, sementara terpaksa tidak bisa berjualan dan beraktivitas di rumah. 

Sanusi menyebut, perbaikan akan diprioritaskan untuk 308 pedagang yang kiosnya dinilai terdampak parah. Itu pun, masih harus dilakukan kajian lagi, apakah harus dibongkar total atau hanya dilakukan perbaikan sebagian. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru