Praktik Prostitusi di Sekitar Eks Lokalisasi Girun Diduga Masih Berlangsung

Aug 16, 2022 10:53
Petugas Satpol PP Kabupaten Malang saat melakukan patroli di pemukiman di sekitar eks lokalisasi Girun.(Foto: Istimewa).
Petugas Satpol PP Kabupaten Malang saat melakukan patroli di pemukiman di sekitar eks lokalisasi Girun.(Foto: Istimewa).

JATIMTIMES - Praktik prostitusi di sekitar eks lokalisasi Girun, Kecamatan Gondanglegi, diduga masih berlangsung. Padahal, 2021 lalu, lokalisasi Girun telah ditutup setelah  26 bangunannya dirobohkan.

Praktik prostitusi tersebut kini diduga berlangsung di rumah-rumah warga yang ada di sekitar eks lokalisasi Girun. Hal tersebut ditemukan saat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Malang menggelar patroli pengawasan, Senin (15/8/2022) lalu. 

Dalam patroli tersebut, Satpol PP mendapati ada sejumlah rumah yang masih menyediakan kamar-kamar dan diduga digunakan untuk praktik prostitusi. Setidaknya ada  5 rumah yang disampling secara acak untuk mengetahui praktik pristitusi tersebut. 

"Modusnya satu kamar dihuni satu wanita tuna susila (WTS)," ujar Kepala Satpol PP Kabupaten Malang Firmando Hasiholan Matondang, Selasa (16/8/2022).

Dari 5 rumah yang disampling secara acak tersebut, ternyata ditemukan sebanyak 26 kamar yang diduga digunakan sebagai tempat prostitusi terselubung. Rumah-rumah itu berada di kawasan perkampungan atau pemukiman warga. 

"Ini cukup menunjukkan bahwa praktik prostitusi di area itu sampai sekarang diduga masih berlangsung," imbuh Firmando. 

Dalam penyisiran tersebut, personel yang bertugas di lapangan juga menemukan sebuah warung yang ternyata menjual minuman beralkohol. Dan juga masih ada warga di sekitarnya yang melakukan aktivitas meminum miras. 

"Ada satu pemilik warung mengatakan bahwa miras beralkohol tinggi tersebut dibeli dari luar dan diminum di warung," kata Firmando. 

Jika praktik prostitusi tersebut terbukti, maka yang bersangkutan telah melanggar Perda Kabupaten Malang Nomor 11 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum. Namun dengan temuan tersebut, Satpol PP Kabupaten Malang masih belum melakukan tindakan apapun. Alasannya, sementara ini agar ada efek jera atas temuan tersebut. 

"Belum (melakukan penindakan). Kami efek jera dulu. Apabila sering dioperasi, tentunya akan membuat sulit beraktivitas dan rasa tidak nyaman. Selanjutnya kami akan adakan operasi bersama dengan jajaran samping Polri dan TNI," pungkas Firmando. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru