DPRD Tegaskan Awal 2023 Gedung Malang Creative Center Harus Sudah Difungsikan

Aug 14, 2022 19:45
Ketua DPRD Kota Malang I Made Riandiana Kartika saat ditemui di ruang sidang paripurna DPRD Kota Malang, Jumat (12/8/2022). (Foto: Tubagus Achmad/JatimTIMES) 
Ketua DPRD Kota Malang I Made Riandiana Kartika saat ditemui di ruang sidang paripurna DPRD Kota Malang, Jumat (12/8/2022). (Foto: Tubagus Achmad/JatimTIMES) 

JATIMTIMES - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Malang mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Malang agar memfungsikan gedung Malang Creative Center (MCC) maksimal awal tahun 2023 sesuai tujuan awal dibangunnya MCC. 

Ketua DPRD Kota Malang I Made Riandiana Kartika menyampaikan,  September 2022 mendatang merupakan jadwal PT Tiara Multi Teknik (TMT) sebagai kontraktor MCC menyerahkan kepada Pemkot Malang melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penaatan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP). Dan setelah itu, baru MCC diserahkan kepada Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag). 

Setelah pengelolaan telah diserahkan, maka Diskopindag Kota Malang akan melakukan perencanaan bisnis, pengadaan interior dan perekrutan tenaga pengelolaan MCC. 

"Tahun 2023 (MCC) sudah harus beroperasi. Jadi, 2022 ini harus sudah selesai (penataan interior dan perekrutan karyawan pengelola) karena ada anggaran Rp 12 miliar di situ," ungkap Made kepada JatimTIMES.com. 

Politisi PDI Perjuangan ini menjelaskan, anggaran sebesar Rp 12 miliar berasal dari bantuan keuangan (BK) dari Provinsi Jawa Timur sebesar Rp 10 miliar dan Rp 2 miliar dari APBD induk tahun anggaran (TA) 2022. 

"Kita lihat di RAPBD, karena ada pengajuan Rp 2 miliar untuk pengelolaan dan manajemennya, dan BK Rp 10 miliar dari provinsi untuk MCC. Katakan ada anggaran Rp 12 miliar untuk MCC dan Rp 13 miliar untuk tahun 2023," kata Made. 

Anggota dewan yang maju dari daerah pemilihan (dapil) Lowokwaru ini mengatakan, pihaknya akan fokus dalam proses final sebelum difungsikannya MCC.  "Karena jangan sampai dana (hampir) Rp 100 miliar yang kita fokuskan itu sia-sia, sehingga di finishing akhirnya di pengelolaannya tidak bagus dan tidak bermanfaat bagi masyarakat. Nanti ada area untuk bisnis yang akan meningkatkan PAD dan ada area pembinaan kepada masyarakat," ucap Made. 

Sementara itu, Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko menyampaikan, pengelolaan MCC sejak awal memang akan diserahkan kepada Diskopindag. Diskopindag merupakan OPD yang memahami sejarah ke belakang pembangunan MCC dan telah menjalin komunikasi dengan komunitas kreatif. Maka nanti akan ada pemaparan dari Diskopindag terkait penggunaan dan pengelolaan MCC. 

"Rang-ruang di dalam (MCC) harus dilengkapi dengan sarana prasarana. (Target) sesuai dengan akhir APBD 2022 ini, karena sudah dianggarkan. Harapan kita 2023 sudah ditempati. Semakin cepat selesainya, semakin bisa dimanfaatkan semakin baik," pungkas Sofyan Edi Jarwoko. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru