Jaga Kondusivitas, Polresta Makota Larang Konvoi Perguruan Silat!

Aug 08, 2022 17:27
Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Budi Hermanto saat ditemui JatimTIMES.com di depan Ballroom Sanika Satyawada Mapolresta Malang Kota, Senin (8/8/2022). (Foto: Tubagus Achmad/ JatimTIMES) 
Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Budi Hermanto saat ditemui JatimTIMES.com di depan Ballroom Sanika Satyawada Mapolresta Malang Kota, Senin (8/8/2022). (Foto: Tubagus Achmad/ JatimTIMES) 

JATIMTIMES - Menjaga kondusivitas pasca bentrok rombongan perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) dengan warga di Jalan Sudanco Supriadi, Sukun, Kota Malang, Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Budi Hermanto secara tegas melarang adanya konvoi perguruan silat. 

"Kami berharap tidak ada lagi konvoi-konvoi (perguruan silat) termasuk di wilayah Kota Malang," tegas Buher kepada JatimTIMES.com, Senin (8/8/2022). 

Pasalnya, dengan adanya kegiatan konvoi perguruan silat dengan jumlah massa yang cukup banyak, Buher menuturkan hal itu menyebabkan rasa keberanian atau moril menjadi lebih tinggi. 

"Sehingga melihat orang atau masyarakat yang melintas ini menjadi musuh," ujar perwira dengan tiga melati di pundaknya ini. 

Mantan Kapolres Batu ini juga memberikan peringatan kepada masing-masing perguruan silat, jika masih terjadi lagi konvoi dengan jumlah massa yang cukup banyak dan berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), maka pihaknya tidak segan-segan mengambil tindakan tegas. 

"Kami akan lakukan tindakan tegas dalam hal ini bersama-sama mengamankan kendaraan tersebut. Apakah lengkap dengan surat-surat atau tidak. Sehingga urusannya bisa terhadap hukum," terang Buher. 

Selain melarang konvoi perguruan silat, pihaknya juga melarang para anggota perguruan silat melakukan konvoi dengan menggunakan atribut seperti pakaian dan bendera di luar acara resmi masing-masing perguruan silat tersebut. 

"Tidak menggunakan atribut, pakaian, termasuk bendera-bendera ini kan mengganggu. Karena mengganggu kamtibmas, mengganggu pengguna jalan umum lainnya. Warga duduk, akhirnya jadi salah dengan tatapan yang kurang enak saja sudah menjadi konflik," tegas Buher. 

Pihaknya pun meminta agar tidak terjadi lagi bentrok antara perguruan silat dengan warga. Selain itu, Buher juga meminta agar bentrok antara PSHT dengan warga di kawasan Jalan Sudanco Supriadi, Sukun, Kota Malang tidak berkembang secara luas. 

"Kita tidak ingin konflik ini menjadi semakin berkembang. Terus tidak menjadi suatu stigma dari teman-teman atau labelling konotasi negatif terhadap salah satu perguruan pencak silat," tutur Buher. 

Pertemuan.

Lebih lanjut, ke depannya Buher meminta kepada masing-masing perguruan silat jika sedang menggelar acara resmi dapat memberikan laporan kepada pihak kepolisian. 

"Sehingga kita bisa mengamankan kegiatan tersebut. Terus wilayah-wilayah penyangga dalam perlintasan ini juga melakukan kesiapan dalam pengawalan, pengamanan jalur dan lain-lain," ujar Buher. 

Sementara itu, jajaran Polresta Malang Kota juga sempat mempertemukan antara perwakilan PSHT dengan perwakilan warga di kawasan Jalan Sudanco Supriadi, Sukun, Kota Malang yang juga membawa identitas sebagai Aremania di Ruang Eksekutif Polresta Malang Kota. 

"Kami barusan mengumpulkan rekan-rekan kepengurusan PSHT dan dari Aremania juga selaku perwakilan warga, mengingat ini masih ada provokasi di media sosial. Kami menyampaikan untuk sama-sama menjaga Kamtibmas yang ada di wilayah Kota Malang," kata Buher. 

Lebih lanjut, perwakilan PSHT yakni Hendro Suprapto mengatakan bahwa adanya pertemuan tersebut untuk meredam rasa emosional dari kedua belah pihak. Baik anggota PSHT maupun warga yang juga selaku Aremania. 

"Baik PSHT dan Aremania, kita sepakat untuk bukan bicara ke belakang tetapi bicara ke depan bagaiamana caranya untuk menjaga wilayah Kota Malang aman dan kondusif serta menjaga kamtibmas, itu saja harapan saya," tandas Hendro. 

Agar tidak terjadi peristiwa serupa, pihak PSHT maupun warga yang juga selaku Aremania saling memberikan pengertian terhadap rekan-rekannya untuk menjaga dan tidak saling menyalahkan.

Terkait bentrokan antara rombongan PSHT dengan warga tersebut, Hendro menyebut hal itu hanya spontanitas saja. "Itu intinya spontanitas saja, bukan ada niat ngisruh. Namanya persaudaraan setia hati terate, dalam arti guyub rukun. Harapan saya tetap satu komando dan jangan terprovokasi," pungkas Hendro. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru