11.779 Tenaga Kesehatan di Kabupaten Malang Tunggu Vaksinasi Dosis Booster Kedua

Aug 03, 2022 16:45
Plt Kepala Dinkes Kabupaten Malang Mursyidah.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).
Plt Kepala Dinkes Kabupaten Malang Mursyidah.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

JATIMTIMES - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) masih terus menggenjot capaian vaksinasi. Hal itu lantaran vaksinasi masih dijadikan sebagai instrumen untuk dapat menekan laju penyebaran covid-19.

Salah satu yang menjadi sasaran vaksinasi adalah tenaga kesehatan (nakes). Berdasarkan catatan Dinkes Kabupaten Malang, ada  11.779 nakes yang ditargetkan mendapat vaksin covid-19 dosis keempat atau dosis booster kedua.

Namun, pelaksanaannya masih belum dapat dipastikan. Hal tersebut lantaran hingga saat ini Pemkab Malang masih menunggu distribusi vaksin dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur. Terutama distribusi vaksin Moderna. 

"SDMK (sumber daya manusia kesehatan) banyak yang dapat vaksin covid-19 jenis Moderna. Jadi, boosternya juga pakai Moderna juga," ujar Plt Kepala Dinkes Kabupaten Malang, Mursyidah, Rabu (3/8/2022).

Sementara saat ini, stok atau ketersediaan  vaksin jenis Moderna di Kabupaten Malang masih kosong. Untuk itulah, Dinkes masih menunggu distribusi Vaksin Moderna dari Pemprov Jatim. 

Pelaksanaan vaksinasi di wilayah Tajinan.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

Sedangkan secara keseluruhan, stok vaksin di Kabupaten Malang saat ini  sebanyak 38.286 dosis. Jumlah itu terdiri dari vaksin Sinovac sebanyak 36.594 dosis, Moderna 24 dosis, dan Pfizer 1.668 dosis. "Ketersediaan vaksin ini diperuntukkan bagi masyarakat umum," imbuh Mursyidah.

Walau begitu, Dinkes telah dijadwalkan untuk segera mengambil stok vaksin dari Pemprov Jatim. Totalnya, ada sebanyak 56.000 dosis vaksin. Rinciannya, vaksin Moderna sebanyak 5.000 dosis, Pfizer 50.000 dosis, dan AstraZeneca 1.000 dosis.

"Tambahan stok vaksin inilah salah satunya yang direncanakan untuk vaksin booster kedua tenaga kesehatan," terang Mursyidah. 

Sementara itu, untuk menggenjot capaian vaksinasi bagi masyarakat, Dinkes Kabupaten Malang akan mengoptimalkan vaksinasi dengan skema door to door. Dalam pelaksanaannya, Dinkes juga menggandeng sejumlah pihak dan stakeholder lain. Termasuk  TNI-Polri, komunitas, organisasi masyarakat (ormas), klinik dan rumah sakit.

Pelaksanaan vaksinasi di wilayah Singosari.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

Saat ini, perolehan vaksinasi di Kabupaten Malang sudah mencapai 88,22 persen. Atau sudah ada sebanyak 1.617.262 yang sudah divaksin hingga dosis kedua. Sementara targetnya sebanyak 2.078.406 jiwa yang menjadi sasaran vaksinasi. 

Dari jumlah yang telah divaksin, sudah 321.204 jiwa yang sudah divaksin hingga dosis ketiga. Sedangkan untuk vaksinasi dosis kedua bagi lansia sudah mencapai sebesar 54,10 persen. 

Dirinya menegaskan bahwa vaksinasi ini akan terus dilakukan hingga capaiannya bisa 100 persen. Baik dosis pertama kedua hingga dosis ketiga atau dosis booster.

Dari pantauan Dinkes, salah satu hal yang masih menjadi kendala adalah kesadaran masyarakat yang relatif masih rendah, meskipun capaian vaksinasi hingga saat ini sudah terbilang tinggi. Menurut Mursyidah, hal itu lantaran ada sebagian masyarakat yang menganggap atau merasa bahwa covid-19 ini sudah tidak ada. 

"Ya mudah-mudahan dengan (vaksinasi) door to door, dosis pertama hingga booster bisa 100 persen. Upaya tidak bisa sendiri. Kami  bermitra dengan seluruh masyarakat," pungkas Mursyidah. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru