Kemenag Kota Malang Sebut Kuota Haji 2023 Dimungkinkan Bertambah, Imbau CJH Tidak Khawatir

Aug 01, 2022 10:46
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) RI Kota Malang Muhtar Hazawawi saat ditemui JatimTIMES.com usai menghadiri pelantikan PCNU Kota Malang masa khidmah 2022-2027 di Aria Gajayana Hotel, Minggu (31/7/2022). (Foto: Tubagus Achmad/JatimTIMES)
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) RI Kota Malang Muhtar Hazawawi saat ditemui JatimTIMES.com usai menghadiri pelantikan PCNU Kota Malang masa khidmah 2022-2027 di Aria Gajayana Hotel, Minggu (31/7/2022). (Foto: Tubagus Achmad/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) RI Kota Malang menyebut bahwa kuota untuk jamaah haji Indonesia 2023 dimungkinkan bakal bertambah.

Hal itu disampaikan Kepala Kantor Kemenag Kota Malang Muhtar Hazawawi. Pihaknya menyampaikan, perkiraan penambahan jamaah haji Indonesia tersebut pasca dibukanya kuota haji oleh Pemerintah Arab Saudi pada tahun 2022 ini.

Pihaknya menyebut, 2022 ini kuota haji yang ditetapkan oleh Pemerintah Arab Saudi bagi jamaah haji asal Indonesia sebesar 45 persen. Bagi jamaah haji yang harusnya berangkat 2022, namun tertunda karena keterbatasan persentase, Muhtar mengatakan secara otomatis akan berangkat 2023.

"Karena ini test case nya sudah bagus, insya allah tahun depan (2023) dilaksanakan (haji) mungkin lebih besar. Artinya kuotanya lebih banyak lagi, sisanya tahun ini yang nggak berangkat otomatis tahun depan (berangkat)," ungkap Muhtar kepada JatimTIMES.com.

Lebih lanjut, untuk pelaksanaan haji 2022 ini, pihaknya menyebut bahwa sebanyak 699 jamaah haji berangkat dari Kota Malang. Selama proses pelaksanaan haji 2022 ini, sebanyak 699 jamaah haji berangkat dan pulang ke Indonesia dengan selamat.

"Kepulangan sudah selesai semua terakhir hari Rabu (27/7/2022) dan utuh tidak ada yang meninggal, sehat semuanya," ujar Muhtar.

Sementara itu, pihaknya mengimbau kepada Calon Jamaah Haji (CJH) Kota Malang agar bersabar menunggu antrean pemberangkatan haji. Terlebih bagi CJH yang pada tahun 2022 ini tertunda karena batasan usia 65 tahun, diimbau tidak menarik kembali dana hajinya.

"Saran saya tidak perlu ditarik, ditunggu dan berangkat saja, karena eman. Siapa tahu tahun depan berubah," kata Muhtar.

Karena menurutnya, seiring melandainya pandemi Covid-19 di dunia khususnya di Arab Saudi dan Indonesia, kebijakan aturan batasan usia 65 tahun dimungkinkan dapat berubah.

"Tahun ini ada pembatasan 65 tahun maksimal, ya itu kan hanya per tahun karena pandemi, berarti setelah dinyatakan tidak pandemi ya kembali normal, jadi ditunggu saja," jelas Muhtar.

Sementara itu, pihaknya juga menyampaikan bahwa saat ini fasilitas yang disediakan oleh Pemerintah Arab Saudi dalam pelaksanaan haji 2022 bagi jamaah haji, khususnya jamaah haji asal Indonesia sudah sangat bagus.

"Semua pelayanan ditingkatkan, seperti haji plus, seperti AC, kasur, bantal, sprei, itu yang kelihatannya. AC nya bagus blower belum lagi ketersediaan kamar mandinya. Kalau tahun-tahun sebelum pandemi, tidak ada kasur, ac manual atau kipas dan belum masih sebagus sekarang," terang Muhtar.

Sebagai informasi, bahwa Kemenag Kota Malang terus membuka pendaftaran CJH Kota Malang. Karena pandemi Covid-19 maupun kuota pembukaan jamaah haji dari Pemerintah Arab Saudi tidak memengaruhi jadwal pembukaan pendaftaran CJH. Perkiraan CJH jika mendaftar saat ini, harus menunggu kurang lebih 30 tahun untuk berangkat haji.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru