Viral, Pedagang Barang Antik Curhat Keluhkan Layanan Pengiriman J&T

Jul 30, 2022 12:20
Potongan gambar dari Ruly yang tengah curhat, barang kirimannya tak sampai ke tangan konsumen (Ist)
Potongan gambar dari Ruly yang tengah curhat, barang kirimannya tak sampai ke tangan konsumen (Ist)

JATIMTIMES - Viral di media sosial TikTok, seorang penjual barang antik tengah curhat meluapkan keluh kesahnya lantaran barang yang ia kirim melalui jasa pengiriman J &T,  tak sampai pada konsumennya. 

Video yang telah ditonton 5 juta pengguna TikTok itu, diunggah oleh akun @rulycikapundung_antiques, Jumat (29/7/2022).

Dalam video, seorang laki-laki memperkenalkan diri sebagai Ruly Cikapundung. Ia merupakan konsumen J&T yang mengirimkan barang pada tanggal 27 Juni 2022. 
Saat itu ia mengirimkan paket dengan resi JB 005119567. Namun hingga kurun waktu satu bulan lebih, sampai 29 Juli 2022, barang yang ia kirimkan tak kunjung sampai di tangan konsumen.

"Mengapa saya tujukan video ini untuk karyawan gudang J&T, karena saya sudah menghubungi tiga kali customer servis J&T, dua kali lewat WhatsApp dan satu kali lewat telfon. Ketiga-tiganya jawabannya basa-basi, normatif dan copy paste. Tentu itu tidak memuaskan saya," ucapnya.

Akibat hal tersebut, Ruly merasa jika waktu yang ia miliki telah terbuang, hingga hubungan dengan customernya kini menjadi kurang baik. "Saya menduga tabiat karyawan J&T ini tidak baik tabiatnya dan tidak profesional tabiatnya karena tidak berkoordinasi dengan customer servis J&T".

Ruly merasa jika J&T terkesan tidak serius dalam menangani laporannya. Pihak customer servis hanya menyatakan jika barangnya telah sampai di gudang Jakarta  akan tetapi setelah itu juga tidak terdapat kejelasan. Pihaknya juga meyakini jika ia bukanlah satu-satunya orang yang pernah mengirimkan barang melalui J&T, namun tak kunjung pernah sampai. 

"Anda jangan main-main, jaga nama baik J&T," ujarnya.

Selain itu, pihaknya mengaku mempunyai seorang teman di J&T. Ia mendapat informasi dari sang teman, jika oknum karyawan gudang kerap menjual barang yang dianggap hilang, padahal barang tersebut masih menjadi milik pengirim.

Seharusnya, dijelaskan Ruly, jika barang tersebut harus diberikan status return to sender atau dikembalikan kepada pengirimnya, apabila mengalami hambatan seperti alamat tidak jelas atau mengalami hambatan lainnya.

"Saya sudah tau, saya sudah mendengar permainan karyawan J&T. Helm, kaos, alat-alat motor kalian perjualbelikan sesama karyawan J&T juga," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru